Ahok Sindir Anies Terkait Data Saat Jadi Menteri Pendidikan

Kompas.com - 15/12/2016, 22:52 WIB
Pasangan kadidat gubernur DKI Jakarta nomor 2 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni tidak hadir dalam acara debat yang diselenggarakan Kompas TV, Kamis (15/12/2016). Sebelumnya, Agus juga tidak datang dalam acara yang sama di NET.TV. KOMPAS.COM/WISNU NUGROHOPasangan kadidat gubernur DKI Jakarta nomor 2 Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni tidak hadir dalam acara debat yang diselenggarakan Kompas TV, Kamis (15/12/2016). Sebelumnya, Agus juga tidak datang dalam acara yang sama di NET.TV.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menyindir cagub pesaingnya, Anies Baswedan, saat acara "Rosi dan Kandidat Pemimpin Jakarta" di Kompas TV, Kamis (15/12/2016) malam.

Pada kesempatan itu, Ahok menyatakan keikutsertaan peserta didik di Jakarta naik 5 persen, saat angka secara nasional hanya naik 1 persen.

"Waktu itu mungkin Pak Anies menterinya, saya enggak tahu ngitungnya gimana. Tapi jelas hitungannya Jakarta naik 5 persen, nasional hanya 1 persen," kata Ahok.

Anies merupakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pada Juli lalu ia diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dari jabatan itu dan posisinya digantikan oleh Muhadjir Effendy.

Ahok menyatakan rezim pemerintahannya sudah menggelontorkan anggaran yang besar untuk dunia pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP).

"Ada enggak orang Jakarta yang ke sekolah pakai seragan dan sepatu butut. Ada enggak yang saat naik kelas bapak, emaknya harus ke pegadaian?" kata Ahok.

Ahok mengemukakan hal itu untuk menanggapi Anies yang menyatakan 35 persen peserta didik di Jakarta tidak bisa menamatkan bangku SMA. Jika dirinci, ia menyebutkan jumlah peserta didik di wilayah Kepulauan Seribu misalnya yang tidak bisa menamatkan bangku SMA mencapai 65 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Padahal kalau mau daftar office boy di Jakarta harus tamat SMA," kata Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

95 Persen Remaja di Jakarta Barat Sudah Divaksinasi Covid-19

95 Persen Remaja di Jakarta Barat Sudah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Libatkan KNKT untuk Audit Kecelakan Berulang Transjakarta

Pemprov DKI Akan Libatkan KNKT untuk Audit Kecelakan Berulang Transjakarta

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Polisi Periksa 4 Saksi untuk Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Kejari Jakarta Pusat Belum Tentukan Jadwal Sidang Jerinx

Kejari Jakarta Pusat Belum Tentukan Jadwal Sidang Jerinx

Megapolitan
Polisi Penembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro Dinonaktifkan dari Satuan PJR Polda Metro Jaya

Polisi Penembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro Dinonaktifkan dari Satuan PJR Polda Metro Jaya

Megapolitan
Sumur Resapan Tak Cocok di Jakarta, Ahli BRIN: Nanti Hanya Jadi Kolam

Sumur Resapan Tak Cocok di Jakarta, Ahli BRIN: Nanti Hanya Jadi Kolam

Megapolitan
Waduk Halim Perdanakusuma Akan Mulai Dikeruk Besok

Waduk Halim Perdanakusuma Akan Mulai Dikeruk Besok

Megapolitan
Atlantis Ancol Dibuka Mulai Besok, Ini Syarat Masuknya

Atlantis Ancol Dibuka Mulai Besok, Ini Syarat Masuknya

Megapolitan
Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok 1,5 Bulan Lalu, Ini Alasan Mengapa Baru Dievakuasi Sekarang

Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok 1,5 Bulan Lalu, Ini Alasan Mengapa Baru Dievakuasi Sekarang

Megapolitan
Atlantis Ancol Kembali Dibuka Mulai Sabtu Besok

Atlantis Ancol Kembali Dibuka Mulai Sabtu Besok

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta Berulang, BP BUMD DKI: Indikasi Direksi Tidak Maksimal

Kecelakaan Transjakarta Berulang, BP BUMD DKI: Indikasi Direksi Tidak Maksimal

Megapolitan
Nasib Nahas Dua Siswa SMK, Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber saat PKL

Nasib Nahas Dua Siswa SMK, Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber saat PKL

Megapolitan
PN Tangerang Tunda Vonis Cynthiara Alona Terkait Kasus Prostitusi Anak

PN Tangerang Tunda Vonis Cynthiara Alona Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Setelah 1,5 Bulan, Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok Akhirnya Dievakuasi

Setelah 1,5 Bulan, Crane Terguling dan Timpa Rumah di Depok Akhirnya Dievakuasi

Megapolitan
WNI yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

WNI yang Tiba di Bandara Soekarno-Hatta dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.