Tim Anies-Sandi: IPM Kepulauan Seribu Lebih Rendah Dibanding Mimika

Kompas.com - 23/01/2017, 07:33 WIB
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/10/2016). Garry Andrew LotulungPasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (25/10/2016).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Tim kampanye pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menyebut saat ini indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Kepulauan Seribu lebih rendah dibanding Kabupaten Mimika dan Kota Jayapura di Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan juru bicara tim kampanye Anies-Sandi, Pandji Pragiwaksono, dalam video pemaparan rencana yang akan dilakukan Anies-Sandi di Kabupaten Kepulauan Seribu jika nantinya terpilih menjadi gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta.

Dalam video yang diunggah dalam akun Facebook Anies itu, Pandji menyebut angka partisipasi SMA di Kepulauan Seribu hanya 35 persen. Selain itu, angka uji kompetensi guru di wilayah tersebut ada di bawah rata-rata nasional.

"Indeks pembangunan manusia di Kepulauan Seribu di bawah indeks pembangunan manusia di Mimika dan Jayapura yang menggambarkan lebih banyak orang berpendidikan tinggi di Mimika dan Jayapura," papar Pandji dalam video yang diunggah Minggu (22/1/2017).

(Baca: Prabowo Terjukan 82.000 Relawan Cari Suara untuk Anies-Sandi)

Dalam videonya, tim Anies-Sandi juga menyoroti sektor ekonomi dan kesehatan. Di sektor ekonomi, Pandji menyebut sejak 2014 angka pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Seribu dari 2011 hingga 2015 turun 4,05 persen.

Hal itu ditandai dengan jumlah pengangguran yang mengalami kenaikan. Ditambah dengan tidak adanya penambahan resor dan restoran dari 2011-2015.

Adapun di sektor kesehatan, Pandji menyebut saat ini di Kepulauan Seribu hanya ada 1 apoteker, 2 dokter gigi, dan 1 rumah sakit berkapasitas 17 tempat tidur.

"Permasalahan ini tentu harus disikapi dengan bijak dan diberi solusi," ucap Pandji.

Dalam videonya, Pandji menyebut Anies-Sandi punya rencana untuk memperkecil gap pembangunan di Kepulauan Seribu dengan wilayah lain di Jakarta, baik di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Caranya dengan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai kepulauan pembangunan mandiri.

Untuk sektor kesehatan, Pandji memaparkan Anies-Sandi menjanjikan peningkatan jumlah tempat tidur, apoteker dan dokter, serta pengoperasian ambulan apung.

Sementara di sektor ekonomi, Pandji menyebut Anies-Sandi punya rencana membangun pusat kewirausahaaan melalui program One Kecamatan One Center Enterpreneurship (OK-OCE) termasuk mendorong peningkatan tangkapan dan budidaya perikanan para nelayan melalui industri perikanan yang dikelola masyarakat setempat.

Anies-Sandi juga berjanji menambah kapasitas dermaga dan pelabuhan di wilayah Kepulauan Seribu.

"Kapal besar diberikan Kemenhub pada Januari 2016 dengan kapasitas 225 penumpang. Ini harus ditambah lebih banyak," kata Pandji, dalam video berdurasi 2 menit 17 detik itu.

Sementara di sektor pendidikan, Anies-Sandi berjanji akan mendirikan SMK Pariwisata dan SMK Kelautan. Selain tentunya pusat pendidikan masyarakat yang bertujuan mendorong warga untuk ikut ujian paket A,B, dan C.

"Karena partisipasi SMA di Kepulauan Seribu lebih rendah dari di Papua, KJP Plus harus diberikan," ucap Pandji.

Sebelumnya saat datang ke Kepulauan Seribu, Sabtu (24/1/2017), Sandi menilai pasangan cagub-cawagub yang mau berkampanye di wilayah Kepulauan Seribu adalah pasangan yang punya komitmen untuk memajukan Jakarta.

Kepulauan Seribu merupakan wilayah yang populasinya paling kecil dibanding lima wilayah lain di Jakarta. Selain itu, akses untuk mencapainya juga harus menggunakan kapal laut.

Namun Sandi menyatakan, kondisi itu tak membuat dirinya dan Anies menghilangkan Kepulauan Seribu dari daftar wilayah yang akan didatangi selama kampanye.

"Justru ini jadi komitmen kami bahwa semuanya harus maju bersama. Kami akan menjadikan Kepulauan Seribu menjadi kepulauan mandiri dan memajukan para nelayan," kata Sandiaga.

Warga Kepulauan Seribu yang terdaftar menjadi pemilih pada Pilkada DKI 2017 hanya berjumlah 17.412 orang. Total pemilih pada Pilkada DKI 2017 sebanyak 7.162.856 orang.

"Jangan hanya karena penduduknya sedikit, terus tidak kami perhatikan," kata Sandi.

Pada masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies dan Sandi sudah menyambangi Kepulauan Seribu. Jika Sandi berkampanye pada hari ini, Anies sudah lebih dulu yaitu pada 21 November 2016.

Cagub lain yang sudah pernah berkampanye di Kepulauan Seribu adalah cagub nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono, yang datang pada 23 November. Namun pasangan cawagub Agus, Sylviana Murni sejauh ini belum pernah berkampanye di wilayah tersebut.

Sedangkan pasangan nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat diketahui belum pernah berkampanye di Kepulauan Seribu.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMI: Stok Plasma Darah Masih Mencukupi Permintaan RS Covid-19

PMI: Stok Plasma Darah Masih Mencukupi Permintaan RS Covid-19

Megapolitan
Apakah Ganjil Genap Bisa Mengerem Mobilitas Warga? Ini Jawaban Pemprov DKI

Apakah Ganjil Genap Bisa Mengerem Mobilitas Warga? Ini Jawaban Pemprov DKI

Megapolitan
Angkasa Pura II: Jumlah Penumpang Pesawat di 19 Bandara Meningkat 46 Persen

Angkasa Pura II: Jumlah Penumpang Pesawat di 19 Bandara Meningkat 46 Persen

Megapolitan
Proyek 1 Juta Sumur Resapan Bakal Dilanjutkan, Pemprov DKI Libatkan Warga

Proyek 1 Juta Sumur Resapan Bakal Dilanjutkan, Pemprov DKI Libatkan Warga

Megapolitan
Mengenal Sosok Monica Soraya yang Adopsi 6 Bayi dari Keluarga Tak Mampu

Mengenal Sosok Monica Soraya yang Adopsi 6 Bayi dari Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Depok Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: 60 Persen Warga Bergerak ke Luar Kota

Depok Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: 60 Persen Warga Bergerak ke Luar Kota

Megapolitan
Tiga Hari Penerapan Ganjil Genap, Dishub DKI: Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4 Persen

Tiga Hari Penerapan Ganjil Genap, Dishub DKI: Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4 Persen

Megapolitan
'Apa Pun Akan Aku Jual demi Anak-anak Jadi Sarjana...'

"Apa Pun Akan Aku Jual demi Anak-anak Jadi Sarjana..."

Megapolitan
Depok Masuk Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: Kami Tak Bisa Batasi Aktivitas Warga

Depok Masuk Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: Kami Tak Bisa Batasi Aktivitas Warga

Megapolitan
Pemkot Bekasi Resmi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka di Enam Sekolah

Pemkot Bekasi Resmi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka di Enam Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Bebaskan Lahan di Sekitar 5 Kali Jakarta, Anggarannya Rp 552 Miliar

Pemprov DKI Bakal Bebaskan Lahan di Sekitar 5 Kali Jakarta, Anggarannya Rp 552 Miliar

Megapolitan
UPDATE: 24 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

UPDATE: 24 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Polisi Tangkap Pembakar Rumah di Ciputat, Pelaku Sempat Ancam Korban

Polisi Tangkap Pembakar Rumah di Ciputat, Pelaku Sempat Ancam Korban

Megapolitan
Anji Mengaku Awal Kenal Hadi Pranoto Saat Lihat Wawancara Media

Anji Mengaku Awal Kenal Hadi Pranoto Saat Lihat Wawancara Media

Megapolitan
Perbaikan Pipa Bocor, Pasokan Air Palyja di Wilayah Barat Jakarta Terganggu Sabtu Besok

Perbaikan Pipa Bocor, Pasokan Air Palyja di Wilayah Barat Jakarta Terganggu Sabtu Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X