Kompas.com - 24/01/2017, 19:00 WIB
EditorEgidius Patnistik

"Lima ribu, lima ribu saja! Dua puluh ribu, dua puluh ribu!" teriak pedagang pakaian bekas yang berjajar di tepi Jalan Raya Pasar Senen, Minggu (22/1/2017). Teriakan mereka terdengar nyaring di antara riuh pengunjung yang memadati kawasan itu pada akhir pekan.

Duka akibat kebakaran saat para pedagang masih tertidur lelap, Kamis (19/1/2017) subuh, belum juga hilang. Namun, mereka tak mau terus larut dalam kesedihan. Mereka harus menjual barang yang tersisa dan selamat dari kobaran api.

Buyung (58) menata blus, hot pants, hingga sweter bekas yang ia pajang di gantungan pakaian. Sesekali, pemburu harta karun pakaian bekas mendekatinya, menanyakan harga. Jika biasanya ia menjual terusan panjang perempuan Rp 35.000 per potong, kali ini ia obral Rp 20.000 per potong.

Pengunjung di sentra pakaian bekas itu memang ramai pada akhir pekan. Selain penasaran dengan gedung yang hangus terbakar api, hasrat belanja atau berdagang memang tak mengendur terbakar api. Jalan Raya Pasar Senen pada Minggu lalu pun padat dan ramai hingga memicu kemacetan seperti hari-hari biasa.

"Lumayanlah, ada beberapa karung yang bisa diselamatkan dari kebakaran. Karena kami butuh makan setiap hari, ya, tetap harus berjualan," ujar Buyung yang sudah 38 tahun berjualan di Senen.

Buyung berjualan di Blok I lantai dasar. Ia merugi puluhan juta rupiah akibat kios dan sebagian barang dagangannya terbakar. Namun, selain yang selamat dari api, barang dagangannya juga ia simpan di rumahnya di Kramat Pulo, Tanah Tinggi.

Sehari setelah kebakaran, Buyung sudah menggelar lapaknya di jalan. Ia mendapatkan omzet sekitar Rp 500.000. Ia harus bersemangat mencari uang untuk membiayai anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Nasrul (32) juga langsung menggelar dagangannya setelah api padam total pada Sabtu lalu. Ia berjualan pakaian bekas di Blok II lantai 2. Masih ada empat karung pakaian bekas yang dia simpan di rumah. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan berjualan pada hari ramai. Beradu cepat dengan pedagang lain, ia memilih tempat di sekitar Jalan Raya Senen. Sehari, ia bisa meraup omzet Rp 1,5 juta saat ramai.

"Saya, kan, harus tetap kasih makan anak dan bini. Kalau enggak jualan, mau dapat uang dari mana?" ucap Nasrul.

Di Blok II, Nasrul menyewa kios berukuran 3 meter x 3 meter senilai Rp 23 juta per tahun. Ia baru tiga bulan menyewa kios di dalam pasar. Awalnya, ia hanya berjualan di pelataran pasar karena tak memiliki cukup modal. Saat kebakaran besar di Blok III tahun 2014, ia juga menjadi korban. Namun, kerugian yang ia alami hanya sedikit karena masih banyak barang yang bisa diselamatkan. Kini, ia menjadi korban untuk kedua kali.

Feriyani (42), yang juga pedagang korban kebakaran Pasar Senen, mengatakan, tidak semua pedagang yang berjualan di jalan raya adalah korban kebakaran. Sebagian pedagang memang sudah terbiasa menggelar dagangannya di jalan. Setelah kebakaran, sebagian karyawan yang kehilangan pekerjaan pun mengisi waktu dengan menjadi karyawan di lapak pinggir jalan. Para pedagang itu pun sudah terlihat sehari setelah kebakaran Kamis lalu.

Meski harta benda hangus terbakar, semangat mereka untuk memulai hari baru terus menyala.... (Dian Dewi Purnamasari)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Januari 2017, di halaman 27 dengan judul "Semangat Berdagang Tak Akan Padam".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Buntut Insiden Penusukan, Warga Pasang Spanduk Tolak Rentenir di Sukmajaya Depok

Megapolitan
Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Soroti Penanganan Banjir, DPRD: Tangsel Tak Memiliki Master Plan Drainase yang Terintegrasi

Megapolitan
Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Bukan Senpi, Pelaku Penembakan Linmas Dipastikan Pakai Air Soft Gun

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Dalam Bengkel di Tebet, Korban Diduga Sakit

Megapolitan
Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Marak Kasus Pemerkosaan di Jakut, Pemkot Didesak Bentuk Sparta

Megapolitan
Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Empat Tersangka Anggota Khilafatul Muslimin Segera Disidang, Ditempatkan di Sel Khusus

Megapolitan
Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Cerita Warga Kapuk Lihat Kebakaran Melahap Rumah: Seperti Empang Penuh Api

Megapolitan
Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Langsung Kerja Lagi Usai Deklarasi Nasdem, Anies: Saya Masih Fokus Urus Jakarta

Megapolitan
Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Baim Wong dan Paula Dilaporkan Pakai Pasal 220 KUHP, Ancamannya 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Megapolitan
Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Spanduk Tolak Rentenir Terpasang di Kawasan Sukmajaya Depok, Ketua RT: Karena Sudah Meresahkan Warga

Megapolitan
20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

20 Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar di Kapuk, Cengkareng

Megapolitan
Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Kesulitan Identifikasi Penembak Linmas di Tambora, Polisi: Pelaku Gunakan Plat Bodong

Megapolitan
Jalan Bank II Mampang Prapatan Terendam Banjir 20 Sentimeter

Jalan Bank II Mampang Prapatan Terendam Banjir 20 Sentimeter

Megapolitan
Pemprov DKI Berencana Perluas Akses Pejalan Kaki di Rasuna Said, Seperti Kawasan Sudirman

Pemprov DKI Berencana Perluas Akses Pejalan Kaki di Rasuna Said, Seperti Kawasan Sudirman

Megapolitan
Puluhan Bangunan Liar di Kota Tangerang Digusur, Polisi Kerahkan 575 Personil

Puluhan Bangunan Liar di Kota Tangerang Digusur, Polisi Kerahkan 575 Personil

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.