Kompas.com - 24/01/2017, 19:00 WIB
Para pedagang Pasar Senen berjualan kembali di trotoar depan Pasar Senen yang terbakar di Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017). Pasca-kebakaran para pedagang menjual murah barang dagangannya untuk menarik pembeli. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPara pedagang Pasar Senen berjualan kembali di trotoar depan Pasar Senen yang terbakar di Jakarta Pusat, Senin (23/1/2017). Pasca-kebakaran para pedagang menjual murah barang dagangannya untuk menarik pembeli.
EditorEgidius Patnistik

"Lima ribu, lima ribu saja! Dua puluh ribu, dua puluh ribu!" teriak pedagang pakaian bekas yang berjajar di tepi Jalan Raya Pasar Senen, Minggu (22/1/2017). Teriakan mereka terdengar nyaring di antara riuh pengunjung yang memadati kawasan itu pada akhir pekan.

Duka akibat kebakaran saat para pedagang masih tertidur lelap, Kamis (19/1/2017) subuh, belum juga hilang. Namun, mereka tak mau terus larut dalam kesedihan. Mereka harus menjual barang yang tersisa dan selamat dari kobaran api.

Buyung (58) menata blus, hot pants, hingga sweter bekas yang ia pajang di gantungan pakaian. Sesekali, pemburu harta karun pakaian bekas mendekatinya, menanyakan harga. Jika biasanya ia menjual terusan panjang perempuan Rp 35.000 per potong, kali ini ia obral Rp 20.000 per potong.

Pengunjung di sentra pakaian bekas itu memang ramai pada akhir pekan. Selain penasaran dengan gedung yang hangus terbakar api, hasrat belanja atau berdagang memang tak mengendur terbakar api. Jalan Raya Pasar Senen pada Minggu lalu pun padat dan ramai hingga memicu kemacetan seperti hari-hari biasa.

"Lumayanlah, ada beberapa karung yang bisa diselamatkan dari kebakaran. Karena kami butuh makan setiap hari, ya, tetap harus berjualan," ujar Buyung yang sudah 38 tahun berjualan di Senen.

Buyung berjualan di Blok I lantai dasar. Ia merugi puluhan juta rupiah akibat kios dan sebagian barang dagangannya terbakar. Namun, selain yang selamat dari api, barang dagangannya juga ia simpan di rumahnya di Kramat Pulo, Tanah Tinggi.

Sehari setelah kebakaran, Buyung sudah menggelar lapaknya di jalan. Ia mendapatkan omzet sekitar Rp 500.000. Ia harus bersemangat mencari uang untuk membiayai anaknya yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasrul (32) juga langsung menggelar dagangannya setelah api padam total pada Sabtu lalu. Ia berjualan pakaian bekas di Blok II lantai 2. Masih ada empat karung pakaian bekas yang dia simpan di rumah. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan berjualan pada hari ramai. Beradu cepat dengan pedagang lain, ia memilih tempat di sekitar Jalan Raya Senen. Sehari, ia bisa meraup omzet Rp 1,5 juta saat ramai.

"Saya, kan, harus tetap kasih makan anak dan bini. Kalau enggak jualan, mau dapat uang dari mana?" ucap Nasrul.

Di Blok II, Nasrul menyewa kios berukuran 3 meter x 3 meter senilai Rp 23 juta per tahun. Ia baru tiga bulan menyewa kios di dalam pasar. Awalnya, ia hanya berjualan di pelataran pasar karena tak memiliki cukup modal. Saat kebakaran besar di Blok III tahun 2014, ia juga menjadi korban. Namun, kerugian yang ia alami hanya sedikit karena masih banyak barang yang bisa diselamatkan. Kini, ia menjadi korban untuk kedua kali.

Feriyani (42), yang juga pedagang korban kebakaran Pasar Senen, mengatakan, tidak semua pedagang yang berjualan di jalan raya adalah korban kebakaran. Sebagian pedagang memang sudah terbiasa menggelar dagangannya di jalan. Setelah kebakaran, sebagian karyawan yang kehilangan pekerjaan pun mengisi waktu dengan menjadi karyawan di lapak pinggir jalan. Para pedagang itu pun sudah terlihat sehari setelah kebakaran Kamis lalu.

Meski harta benda hangus terbakar, semangat mereka untuk memulai hari baru terus menyala.... (Dian Dewi Purnamasari)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 24 Januari 2017, di halaman 27 dengan judul "Semangat Berdagang Tak Akan Padam".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Utara

Megapolitan
Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Kasus Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga, Istri Korban Kecewa RS di Salemba Berbohong

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Harga Minyak Goreng Naik, Pedagang dan Pemegang KJP Bisa Dapat Lebih Murah di Mini DC

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 5 Kasus di Kota Tangerang, 23 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Kucurkan 'Uang Lelah' Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Pemkot Depok Kucurkan "Uang Lelah" Rp 85 Juta untuk Atlet yang Berlaga di PON Papua

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Megapolitan
Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.