Benarkah "Gerilya" Lebih Penting daripada Debat seperti Kata Agus?

Kompas.com - 25/01/2017, 18:16 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com — Survei Indikator Politik Indonesia pada 12 Januari-20 Januari 2017 menunjukkan acara debat kandidat Pilkada DKI Jakarta dinilai penting bagi masyarakat Jakarta. Survei ini memakai 697 responden untuk dianalisis.

Adapun hasil survei memperlihatkan 45 persen responden menganggap debat sangat penting, 41 persen responden menganggap cukup penting, enam persen menilai kurang penting, dua persen menilai tidak penting sama sekali, dan enam persen tidak menjawab.

Baca: Indikator: Agus-Sylvi 23,6 Persen, Ahok-Djarot 38,2, Anies-Sandi 23,8

Dalam pemaparan soal debat, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyinggung pernyataan calon gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menilai "gerilya" lebih penting dari debat. Menurut Burhanuddin, pernyataan itu terbantahkan bila melihat hasil survei lembaganya.

"Saya ingin beri masukan kepada kubu Agus yang sebelumnya mengatakan debat tidak terlalu penting, yang penting adalah gerilya, ketemu masyarakat. Data faktualnya tidak seperti itu," kata Burhanuddin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017). (Baca: Menurut Agus, Debat Bukan Satu-satunya Cara untuk Tingkatkan Elektabilitas)

Baca: Survei Indikator: Tren Elektabilitas Agus-Sylvi Melemah

Merujuk data empiris, sebanyak 90 persen responden menganggap debat penting, maka tiga pasangan calon harus menyiapkan debat lusa secara matang.

"Karena debat ini akan tentukan siapa pemenang 15 Februari. Jadi tak bisa sebut debat tidak penting," kata Burhanuddin.

Agus sebelumnya tak menampik anggapan mengenai debat calon gubernur dan wakil gubernur bisa menaikkan elektabilitas pasangan calon. Namun, menurut dia, debat bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan elektabilitas.

"(Debat meningkatkan elektabilitas) ya bisa saja, tapi debat ini bagian kecil dari keseluruhan proses kampanye," ujar Agus di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017). (Baca: Agus Gunakan Hasil Gerilya di Lapangan untuk Bekal Debat Cagub)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Jakarta Segera Berakhir, Hanya Tersisa Satu Pasien Covid-19 di Kepulauan Seribu

PSBB Jakarta Segera Berakhir, Hanya Tersisa Satu Pasien Covid-19 di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Cegah Penumpukan Warga di Satpas Jaktim, Polisi Operasikan SIM Keliling di TMII Besok

Cegah Penumpukan Warga di Satpas Jaktim, Polisi Operasikan SIM Keliling di TMII Besok

Megapolitan
Politisi PDI-P Minta Penerapan Aturan dan Sanksi Saat Berlakunya New Normal

Politisi PDI-P Minta Penerapan Aturan dan Sanksi Saat Berlakunya New Normal

Megapolitan
Syarat Berakhirnya PSBB Jakarta, Kasus Menurun dan Tak Ada Penularan di Area Baru

Syarat Berakhirnya PSBB Jakarta, Kasus Menurun dan Tak Ada Penularan di Area Baru

Megapolitan
Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Kemenag Tangsel Terima Banyak Pertanyaan Calon Jemaah

Ibadah Haji 2020 Dibatalkan, Kemenag Tangsel Terima Banyak Pertanyaan Calon Jemaah

Megapolitan
Saat New Normal Berlaku, Jam Operasional Museum di Kota Tua Jakarta Dibatasi

Saat New Normal Berlaku, Jam Operasional Museum di Kota Tua Jakarta Dibatasi

Megapolitan
Pemohon SIM di Satpas Jaktim Datang sejak Pukul 05.00 WIB

Pemohon SIM di Satpas Jaktim Datang sejak Pukul 05.00 WIB

Megapolitan
Penataan Stasiun Tanah Abang, Angkutan Umum Punya Jalur Khusus Naik Turunkan Penumpang

Penataan Stasiun Tanah Abang, Angkutan Umum Punya Jalur Khusus Naik Turunkan Penumpang

Megapolitan
Pemohon Perpanjangan SIM di Satpas Jaktim Membeludak, Ini Penjelasan Polisi

Pemohon Perpanjangan SIM di Satpas Jaktim Membeludak, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Satu RW Masih Zona Merah, 200 Warga Pisangan Baru Jalani Rapid Test Covid-19

Satu RW Masih Zona Merah, 200 Warga Pisangan Baru Jalani Rapid Test Covid-19

Megapolitan
Saat New Normal, Orang Sakit Dilarang Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan

Saat New Normal, Orang Sakit Dilarang Kunjungi Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
1.700 Calon Jemaah Haji Kota Tangerang Batal Berangkat Tahun Ini

1.700 Calon Jemaah Haji Kota Tangerang Batal Berangkat Tahun Ini

Megapolitan
1.285 Calon Jemaah Haji 2020 di Tangsel Batal Berangkat

1.285 Calon Jemaah Haji 2020 di Tangsel Batal Berangkat

Megapolitan
Pengunjung Museum di Kota Tua Akan Dibatasi Saat New Normal Berlaku

Pengunjung Museum di Kota Tua Akan Dibatasi Saat New Normal Berlaku

Megapolitan
Kasus Covid-19 DKI Jakarta: Tertinggi April, PSBB Berakhir 4 Juni

Kasus Covid-19 DKI Jakarta: Tertinggi April, PSBB Berakhir 4 Juni

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X