Survei Indikator: Tren Elektabilitas Agus-Sylvi Melemah

Kompas.com - 25/01/2017, 17:25 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni saat mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni saat mengikuti debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com — Tren elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, melemah selama tiga bulan terakhir. Demikian menurut hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Rabu (25/1/2017) ini di Jakarta.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi memaparkan, sejak November 2016-Januari 2017, elektabilitas Agus-Sylvi terus melemah. Pada survei November 2016, tingkat elektabilitas Agus-Sylvi sebesar 30,4 persen, Desember 2016 sebesar 26,5 persen, dan Januari 2017 sebesar 23,6 persen.

Berbeda dari Agus-Sylvi, dua pasangan lain, yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat mengalami tren kenaikan elektabilitas selama tiga bulan terakhir. Ahok-Djarot disebut telah mengalami peningkatan signifikan. Pada November 2016, elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 26,2 persen, Desember 2016 sebesar 31,8 persen, dan Januari 2017 sebesar 38,2 persen.

Tren elektabilitas Anies-Sandi stagnan. Elektabilitas pasangan itu pada November 2016 sebesar 24,5 persen, Desember 2016 sebesar 23,9 persen, dan Januari 2017 sebesar 23,8 persen.

Sementara itu, responden yang belum memutuskan pilihan atau tidak tahu terus menurun. Pada November 2016 sebesar 18,9 persen, pada Desember 2016 sebesar 17,8 persen, dan pada Januari 2017 sebesar 14,5 persen.

Burhanuddin Muhtadi menduga, penurunan elektabilitas Agus-Sylvi disebabkan beberapa faktor, seperti ketidakikutsertaan pada debat di luar debat resmi dari KPU DKI dan penilaian saat debat resmi KPU.

Baca: Benarkah Gerilya Lebih Penting daripada Debat seperti Kata Agus?

Pada debat resmi KPU, menurut survei Indikator, Agus-Sylvi berada di posisi terakhir dibanding dua paslon lain.

"Tren penurunan 30 persen menjadi 23 persen ini lebih banyak disumbangkan persepsi (negatif) masyarakat terhadap kemampuan Agus dalam memimpin Jakarta," kata Burhanuddin.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Megapolitan
Polisi Usut Pengadangan Ambulans oleh Pengendara Motor di Depok

Polisi Usut Pengadangan Ambulans oleh Pengendara Motor di Depok

Megapolitan
Sejumlah Wilayah Jakarta Barat Alami Gangguan Pasokan Air Palyja

Sejumlah Wilayah Jakarta Barat Alami Gangguan Pasokan Air Palyja

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan Terkait Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra

Anies Nonaktifkan Lurah Grogol Selatan Terkait Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Penjelasan Anies Terkait Reklamasi Ancol, Klaim Cegah Banjir hingga soal Janji Kampanye

Penjelasan Anies Terkait Reklamasi Ancol, Klaim Cegah Banjir hingga soal Janji Kampanye

Megapolitan
Teka-teki Kasus Kematian Editor Metro TV

Teka-teki Kasus Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Dua Kali Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta dalam Sepekan Terakhir

Dua Kali Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Taksi Online Terbakar Saat Tunggu Penumpang

Taksi Online Terbakar Saat Tunggu Penumpang

Megapolitan
Terkait Izin Reklamasi, Anies Sebut Ancol Akan Jadi Pusat Wisata di Asia

Terkait Izin Reklamasi, Anies Sebut Ancol Akan Jadi Pusat Wisata di Asia

Megapolitan
Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X