Anies: Jumlah Kami Kalah di Medsos karena Tidak Pakai "Buzzer"

Kompas.com - 21/03/2017, 15:23 WIB
Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat melakukan sosialisasi kampanye di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/17). KOMPAS.com/Dea AndrianiCalon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat melakukan sosialisasi kampanye di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/17).
Penulis Dea Andriani
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menilai bahwa dirinya dan pasangannya Sandiaga Uno, unggul dalam hal kesan positif di media sosial dibandingkan calon petahana Ahok-Djarot.

"Penilaian lembaga-lembaga assesment di media sosial kita ( Anies-Sandi) selalu tertinggi dalam kualitas dan kesan positif," ujar Anies saat melakukan sosialisasi kampanye di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/17).

Menurut Anies calon petahana Ahok-Djarot menang secara jumlah karena memakai buzzer media sosial yang banyak. Sedangkan pihak Anies-Sandi memilih tidak menggunakan banyak buzzer karena lebih mengutamakan bantuan dari para relawan.

"Kami enggak pake buzzer, kami enggak bayar buzzer karena semua relawan," kata Anies.

Selain itu Anies juga berkaca dari Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, di mana pasangan Anies-Sandi selisih tiga persen dari pasangan Ahok-Djarot.

Dengan begitu, Anies yakin dengan bermodalkan kesan baik di media sosial ia akan memenangkan putaran kedua mendatang.

"Dari pengamatan kita kemarin (putaran pertama), alhamdulillah kita cukup baik (dengan selisih kekalahan tiga persen) dan Insya Allah kedepan (di putaran dua) akan baik juga," ujar Anies. (Baca: Polisi Kantongi Peta "Buzzer" Media Sosial di Indonesia)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menetapkan kegiatan kampanye Pilkada DKI putaran dua pada 7 Maret-15 April 2017 dan pemungutan suara pada 19 April 2017.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok dari CSR Tak Kunjung Beroperasi, Ini Kata Pjs Wali Kota

Megapolitan
Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Doakan Anies Cepat Sembuh, Wakil Wali Kota Bekasi: Covid-19 Bukan Aib

Megapolitan
Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Blok Makam Covid-19 Khusus Jenazah Muslim Penuh di TPU Pondok Ranggon, Hanya Bisa Sistem Tumpang

Megapolitan
Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Tersangka yang Cabuli Bocah di Pondok Aren Pernah 4 Kali Lakukan Pelecehan Remas Payudara

Megapolitan
Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Mulai Besok, Underpass Senen Extension Bisa Dilewati Kendaraan 24 Jam

Megapolitan
Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Sebut Fraksi PSI Setujui Anggaran Kenaikan Gaji DPRD DKI, Taufik: Tak Perlu Pencitraan

Megapolitan
Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Rizieq Shihab dan Menantunya Tak Penuhi Panggilan Polisi, FPI: Karena Kesehatan

Megapolitan
Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Dinilai Mencla-mencle soal Kenaikan Gaji DPRD, DPW PSI: Kami Tegas Menolak

Megapolitan
Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Pengangguran Melonjak di Jakarta karena Pandemi, PSI Tolak Kenaikan Anggaran untuk DPRD

Megapolitan
SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

SPBU MT Haryono Ditutup Setelah Kebakaran, Ini 2 SPBU Alternatif untuk Isi BBM

Megapolitan
Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Kronologi Kebakaran di SPBU MT Haryono, Percikan Api Muncul Setelah Listrik Menyala

Megapolitan
Selama November, Depok Catat 'Kunjungan' Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Selama November, Depok Catat "Kunjungan" Terbanyak Satwa Liar ke Permukiman

Megapolitan
Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Imbas Kerumunan Massa Rizieq Shihab, Camat Tanah Abang dan Lurah Petamburan Juga Dicopot

Megapolitan
Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Data Tim Dokter Kota Bekasi: Semakin Lama Penyembuhan Pasien Covid-19 Berpenyakit Bawaan

Megapolitan
Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Jelang Masa Tenang Pilkada Tangsel, Benyamin-Pilar Bakal Fokus Kampanye

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X