Mengapa Ahok-Djarot Baru Keluarkan Kartu Jakarta Lansia Sekarang?

Kompas.com - 22/03/2017, 17:02 WIB
Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan salah seorang warga lansia dalam kunjungan kampanyenya ke permukiman warga di RW 06, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017). Kompas.com/Alsadad RudiCalon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua Djarot Saiful Hidayat saat berdialog dengan salah seorang warga lansia dalam kunjungan kampanyenya ke permukiman warga di RW 06, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
Penulis Jessi Carina
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com - Program Kartu Jakarta Lansia (KJL) baru dicetuskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, pada putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Djarot mengatakan sebenarnya program ini sudah dipikirkan sejak lama, hanya saja baru dimunculkan sekarang. Alasannya, sebentar lagi akan mulai pembahasan APBD Perubahan DKI 2017.

"Jangan berpikir negatif dulu, ini mau APBD (Perubahan) 2017. Kemudian sekarang juga sedang musrenbang. Ini bisa kami programkan sejak sekarang," ujar Djarot yang merupakan wakil gubernur DKI Jakarta non-aktif di Sunter Agung, Jakarta Utara, Rabu (22/3/2017).

"Ini bisa dilanjutkan melalui APBD-P, itu alasannya, jadi jangan pikir negatif dulu," kata Djarot.

Djarot mengatakan, program itu juga sesuai dengan visi dan misi Ahok-Djarot. Djarot mengatakan, mereka ingin pembangunan Jakarta berpusat pada manusia. Program ini diharapkan bisa menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jakarta.

"Salah satu ukuran dari IPM adalah usia harapan hidup yang tinggi. Kalau orang usia harapan hidupnya tinggi, artinya dia sehat," kata Djarot.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Denda Rp 100 Juta atau 1 Tahun Penjara bagi Pelanggar PSBB DKI Jakarta

Megapolitan
Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X