Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/04/2017, 19:42 WIB
Kurnia Sari Aziza

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku terkendala dalam merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta.

Adapun kawasan Kota Tua telah direncanakan direvitalisasi sejak tahun 2012 dan dicanangkan pada tahun 2014. Namun, hingga kini, pelaksanaan revitalisasi belum sempurna.

"Kendalanya (revitalisasi Kota Tua) karena kepemilikan gedung, banyak BUMN-nya (gedung yang dimiliki BUMN)," kata Ahok, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu (16/4/2017).

Adapun 17 gedung tua di kawasan Kota Tua merupakan milik BUMN, yang dipegang PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Ahok mengaku sudah meminta percepatan revitalisasi, namun masih terkendala. Bahkan, kata dia, Pemprov DKI Jakarta pernah menyurati Susilo Bambang Yudhoyono yang ketika itu menjabat Presiden.

Harapannya, Pemprov dapat mengeloloa gedung tersebut.

"Kami sudah surati Pak SBY untuk meminta supaya bagaimana aset ini dikelola oleh kami (Pemprov DKI Jakarta). Tapi enggak dijawab-jawab juga (sama SBY)," kata Ahok.

Selain itu, ada pergantian pucuk kepemimpinan PT Jakarta Old Town Revitalization Corps (JOTRC) sebagai konsorsium penanggung jawab revitalisasi kawasan Kota Tua.

Eddy Sambuaga kini menjabat sebagai Managing Director Konsorsium Kota Tua Jakarta.

Menurut dia, kini kawasan Kota Tua sudah mulai dirapikan dan gedung mulai dicat ulang.

"Secara prinsip, progres jauh lebih cepat daripada dulu. Kami harap enggak sampai 5 tahun (revitalisasi Kota Tua) sudah selesai, saya enggak mau baru selesai 20-30 tahun," kata Ahok.

Adapun revitalisasi Kota Tua yang diprioritaskan adalah membuat bening aliran Kali Besar Barat serta revitalisasi kawasan Luar Batang hingga Museum Bahari.

Kompas TV Revitalisasi Kota Tua
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Rumah Duka Warga Ciputat Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali Ramai Peziarah

Rumah Duka Warga Ciputat Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali Ramai Peziarah

Megapolitan
Fahira Idris Pimpin Sementara Perolehan Suara DPD di Dapil DKI, Ketua Pertina: Dia Sudah Teruji sebagai Senator

Fahira Idris Pimpin Sementara Perolehan Suara DPD di Dapil DKI, Ketua Pertina: Dia Sudah Teruji sebagai Senator

Megapolitan
Pipa PDAM Bogor Rusak Akibat Longsor di Balumbang Jaya, 13 RW Tak Dapat Pasokan Air

Pipa PDAM Bogor Rusak Akibat Longsor di Balumbang Jaya, 13 RW Tak Dapat Pasokan Air

Megapolitan
ART Yunita Menangis Sesenggukan, Menyesal Bobol Rekening Majikan

ART Yunita Menangis Sesenggukan, Menyesal Bobol Rekening Majikan

Megapolitan
Operasi Keselamatan 2024, Polisi Tilang Pengendara Motor yang Lewat 'Flyover' Pesing dan 'Busway'

Operasi Keselamatan 2024, Polisi Tilang Pengendara Motor yang Lewat "Flyover" Pesing dan "Busway"

Megapolitan
Jalan Batuhulung Balumbang Jaya Longsor Lagi, Akses Warga Terputus

Jalan Batuhulung Balumbang Jaya Longsor Lagi, Akses Warga Terputus

Megapolitan
Rapuhnya Jalur KRL Kita...

Rapuhnya Jalur KRL Kita...

Megapolitan
Jambret Ponsel Sopir Taksi Online di Depan Halte Cempaka Mas, 3 Pelaku Ditangkap

Jambret Ponsel Sopir Taksi Online di Depan Halte Cempaka Mas, 3 Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Selain Tambah Rumah Pompa, Pemprov DKI Diminta Perbaiki Saluran Air untuk Tangani Banjir

Selain Tambah Rumah Pompa, Pemprov DKI Diminta Perbaiki Saluran Air untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Asal Tangsel di Tol Cipali

Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Peziarah Asal Tangsel di Tol Cipali

Megapolitan
Sudah Dibuka, Ini Lokasi Pendaftaran Motis 2024

Sudah Dibuka, Ini Lokasi Pendaftaran Motis 2024

Megapolitan
Kesusahan Naik Tangga Tinggi, Ibu Hamil Minta Stasiun Cakung Sediakan Lift

Kesusahan Naik Tangga Tinggi, Ibu Hamil Minta Stasiun Cakung Sediakan Lift

Megapolitan
'Real Count' Pileg DPR di DKI Data 55,90 Persen: Suara PKS Masih Tertinggi

"Real Count" Pileg DPR di DKI Data 55,90 Persen: Suara PKS Masih Tertinggi

Megapolitan
Saat Harga Beras Meroket, Petani di Rorotan “Full' Senyum

Saat Harga Beras Meroket, Petani di Rorotan “Full" Senyum

Megapolitan
'Real Count' Web KPU di Jakarta Data 72,14 Persen: Anies 41,04 Persen, Prabowo 41,47 Persen, Ganjar 17,49 Persen

"Real Count" Web KPU di Jakarta Data 72,14 Persen: Anies 41,04 Persen, Prabowo 41,47 Persen, Ganjar 17,49 Persen

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com