Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Pendukung Ahok Patah Hati Dua Kali

Kompas.com - 10/05/2017, 07:33 WIB
Jessi Carina

Penulis

Kompas TV Menakar Vonis Penjara Ahok (Bag 1)

"Cuma yang memberatkan yang diomongin. Tuhan sudah tidak ada di dunia," tutur ibu tersebut.

Hingga Selasa sore, pendukung tidak kunjung meninggalkan Rutan Cipinang. Tim pengacara Ahok sudah berorasi dan meminta warga menenangkan diri.

Namun, hal itu ditolak oleh mereka. Birgaldo Sinaga mengatakan akan tetap bertahan di depan Rutan Cipinang.

"Kami tetap marah, tetap bertahan sampai pagi. Kecuali membawa Ahok bicara lima atau sepuluh menit di sini. Rakyat yang menentukan," kata Birgaldo.

Massa pro-Ahok mendorong-dorong pintu rutan. Mereka memaksa kepala rutan untuk memberi kesempatan kepada Ahok berorasi di tengah-tengah massa.

Hingga pukul 18.50, massa pro-Ahok masih berkumpul dan berorasi di depan Rutan Cipinang. Mereka menyalakan lilin-lilin sebagai bentuk keprihatinan. Karangan bunga pun mulai berdatangan ke Rutan Cipinang.

(baca: Tuntutan Jaksa yang Dinilai Tidak Tepat dan Vonis Lebih Berat untuk Ahok)

Djarot turun tangan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sampai harus mendatangi massa pendukung yang tak kunjung pulang. Djarot berorasi dan mengimbau massa untuk kembali ke rumah dengan tertib.

"Saya minta dengan sangat, kalau kalian cinta sama Pak Ahok, cinta sama Indonesia, sama Jakarta, sebagai warga negara yang baik, saya minta setelah ini kalian pulang ke rumah," ujar Djarot dalam orasinya kepada massa di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Djarot mendatangi Rutan Cipinang pukul 21.20 WIB.

"Kalau kalian pulang dengan baik, tidak mengganggu masyarakat, saya akan membantu," kata Djarot.

"Kalau kalian mengganggu orang, akan berhadapan dengan saya. Tidak boleh. Kalau kalian cinta damai, kalian bisa pulang berangsur-angsur," ucap Djarot lagi.

Setelah itu, barulah para pendukung membubarkan diri, mungkin dengan perasaan masih luka di hati,

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Polisi Tangkap DJ East Blake yang Diduga Sebar Video dan Foto Mesum Mantan Kekasih

Polisi Tangkap DJ East Blake yang Diduga Sebar Video dan Foto Mesum Mantan Kekasih

Megapolitan
Pihak Keluarga Bakal Temui Ibu Pengemis Viral yang Paksa Orang Sedekah

Pihak Keluarga Bakal Temui Ibu Pengemis Viral yang Paksa Orang Sedekah

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Setubuhi Korban Sebelum Membunuhnya

Pembunuh Wanita Dalam Koper Setubuhi Korban Sebelum Membunuhnya

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Pembunuh Wanita Dalam Koper Tak Dikenakan Pasal Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Tak Sadar Jarinya Digigit sampai Putus, Satpam Gereja: Ada yang Bilang 'Itu Jarinya Buntung'

Tak Sadar Jarinya Digigit sampai Putus, Satpam Gereja: Ada yang Bilang 'Itu Jarinya Buntung'

Megapolitan
Pembunuh Wanita Dalam Koper Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan dan Curas

Pembunuh Wanita Dalam Koper Jadi Tersangka, Dijerat Pasal Pembunuhan dan Curas

Megapolitan
Korban Duga Pelaku yang Gigit Jarinya hingga Putus di Bawah Pengaruh Alkohol

Korban Duga Pelaku yang Gigit Jarinya hingga Putus di Bawah Pengaruh Alkohol

Megapolitan
Geng Motor Nekat Masuk 'Kandang Tentara' di Halim, Kena Gebuk Provost Lalu Diringkus Polisi

Geng Motor Nekat Masuk 'Kandang Tentara' di Halim, Kena Gebuk Provost Lalu Diringkus Polisi

Megapolitan
Banyak Kondom Bekas Berserak, Satpol PP Jaga RTH Tubagus Angke

Banyak Kondom Bekas Berserak, Satpol PP Jaga RTH Tubagus Angke

Megapolitan
Bukan Rebutan Lahan Parkir, Ini Penyebab Pria di Pondok Aren Gigit Jari Satpam Gereja hingga Putus

Bukan Rebutan Lahan Parkir, Ini Penyebab Pria di Pondok Aren Gigit Jari Satpam Gereja hingga Putus

Megapolitan
PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Narkotika Ammar Zoni

PN Jakbar Tunda Sidang Kasus Narkotika Ammar Zoni

Megapolitan
Pelaku dan Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Kerja di Perusahaan yang Sama

Pelaku dan Korban Pembunuhan Wanita Dalam Koper Kerja di Perusahaan yang Sama

Megapolitan
Pembunuh Perempuan Dalam Koper Curi Uang Rp 43 Juta Milik Perusahaan Tempat Korban Kerja

Pembunuh Perempuan Dalam Koper Curi Uang Rp 43 Juta Milik Perusahaan Tempat Korban Kerja

Megapolitan
Pengemis yang Videonya Viral karena Paksa Orang Sedekah Berkali-kali Minta Dipulangkan dari RSJ Bogor

Pengemis yang Videonya Viral karena Paksa Orang Sedekah Berkali-kali Minta Dipulangkan dari RSJ Bogor

Megapolitan
Mengaku Kerja di Minimarket, Pemuda Curi Uang Rp 43 Juta dari Brankas Toko

Mengaku Kerja di Minimarket, Pemuda Curi Uang Rp 43 Juta dari Brankas Toko

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com