Menhub Diminta Buat Monumen di STIP untuk Mengenang Kematian Amirulloh

Kompas.com - 17/07/2017, 06:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Amarulloh Adtyas Putra, kakak kandung taruna STIP yang tewas Amirulloh Adityas Putra, Minggu (16/7/2017)  Kompas.com/David Oliver PurbaMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Amarulloh Adtyas Putra, kakak kandung taruna STIP yang tewas Amirulloh Adityas Putra, Minggu (16/7/2017)
|
EditorIndra Akuntono


JAKARTA, KOMPAS.com -
Amarulloh Adityas Putra, saudara kembar Amirulloh Adityas Putra, taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang tewas karena kekerasan seniornya meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuatkan sebuah monumen untuk mengenang kematian adiknya.

Amarulloh mengatakan, monumen itu dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan STIP kepada Amirulloh.

"Saya mohon maaf. Saya dan keluarga, saya ingin, jika berkenan, dibuat sebuah monumen untuk adik saya sebagai bentuk penghargaan STIP pada adik saya," ujar Amarulloh, saat kunjungan Budi ke STIP, Minggu (16/7/2017).

(baca: Saudara Kembar Amirulloh Dapat Rekomendasi Masuk STIP dari Kemenhub)

Budi menyambut baik permintaan itu dan berjanji akan membuat sesuatu untuk mengenang kematian Amirulloh sekaligus mengingatkan bahwa tidak boleh lagi terjadi kekerasan di STIP.

"Saya setuju buat permintaan itu karena kejadian yang memilukan harus diingat semua orang bahwasannya yang hilang adalah nyawa manusia," ujar Budi.

Sebelumnya, STIP telah membuat sebuah monumen untuk mengenang peristiwa kematian taruna mereka bernama Agung Bastian Gultom pada 12 Mei 2008.

(baca: Menhub Datangi STIP Setelah 6 Bulan Tewasnya Amirulloh)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contra Flow Diberlakukan di KM 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contra Flow Diberlakukan di KM 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X