Air Kali Bekasi yang Tercemar Limbah Dimanfaatkan sebagai Sumber Air Minum

Kompas.com - 20/07/2017, 19:02 WIB
Warna air Kali Bekasi di bawah jembatan Perumahan Kemang Pratama Kota Bekasi berubah warna, Senin (17/7/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahWarna air Kali Bekasi di bawah jembatan Perumahan Kemang Pratama Kota Bekasi berubah warna, Senin (17/7/2017).
|
EditorIcha Rastika

BEKASI, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengatakan, jika limbah pabrik terus menerus dibuang ke Kali Bekasi, maka bisa membahayakan warga Kota Bekasi.

Sebab, kata dia, air kali tersebut digunakan Perusahaan Daerah Air Minum untuk suplai air minum warga.

“Kalau misalnya limbah terus dibuang ke kali (Kali Bekasi), dan air kali (kualitasnya) di bawah baku mutu maka berbahaya karena air kali ini digunakan untuk PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum),” ujar Jumhana saat ditemui usai penyegelan pabrik yang membuang limbah ke Kali Bekasi, di Cikiwul, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Kamis (20/7/2017).

(Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup: Kali Bekasi Tercemar Limbah Pabrik)


Pabrik yang disegel ini disebutnya tidak mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) serta tidak memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).

Jumhana juga mengatakan bahwa warga Kota Bekasi selama ini masih memanfaatkan air kali.

Secara terpisah, Direktur Umum PDAM Tirta Patriot, Sugianto mengatakan, air Kali Bekasi yang terlihat berwarna belakangan ini tersebut mengandung senyawa kimia.

Menurut dia, air kali yang mengandung senyawa kimia tersebut lebih susah diuraikan ketimbang air yang tercampur lumpur.

Sugianto juga mengatakan, jika Kali Bekasi terus menurus terkena limbah pabrik, air kali itu tidak bisa lagi digunakan untuk kebutuhan warga Kota Bekasi.

Adapun pabrik yang telah mencemari Kali Bekasi yakni PT Millenium Laundry di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi. Pabrik tersebut sudah disegel.

Pabrik itu mengelola usaha jasa pencucian dan pelusuhan warna celana jeans baru sebelum dipasarkan. Aktivitas itu menghasilkan limbah cair yang langsung mengalir ke Kali Bekasi.

(Baca juga: Banyak Ikan di Kali Bekasi yang Mati karena Air Tercemar)

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kustantinah mengatakan, hasil uji laboratorium limbah pabrik tersebut melebihi baku mutu, di antaranya zat chemical oxygen demand (COD) yang melebihi baku mutu hingga 200 persen dan hexavalent chromium. 

Kunstantinah mengatakan, jika kedua zat tersebut terindikasi melebihi baku mutu, hal itu juga memengaruhi kualitas air sungai. Air sungai akan mengandung logam berat yang sifatnya beracun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X