Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal PKI, Kader PDI-P Depok Laporkan Waketum Gerindra ke Polisi

Kompas.com - 03/08/2017, 16:18 WIB
Alsadad Rudi

Penulis

DEPOK, KOMPAS.com - Sekelompok kader PDI Perjuangan dari DPC Kota Depok mendatangi Mapolres Kota Depok, Kamis (3/8/2017) siang.

Mereka datang untuk melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono atas ucapannya yang dinilai menyamakan PDI-P dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sekretaris DPC PDI-P Kota Depok Totok Sarjono menyatakan pelaporan didasarkan pada ucapan Arief dalam pemberitaan yang dimuat di beberapa media.

"Ucapan Arief sudah menghina seluruh kader PDI-P," kata Totok saat ditemui sebelum menyampaikan laporannya.

Menurut Totok, kedatangan mereka ke Mapolres Depok melibatkan seluruh perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada di Depok. Para kader PDI-P Depok menyampaikan laporan dengan menyertakan salinan berita dari beberapa media yang memuat ucapan Arief.

"Yang jelas ucapan Arief Puyuono tidak hanya menghina para kader. Tapi juga merendahkan harkat dan martabat partai," kata Totok.

Pantauan Kompas.com, jumlah kader PDI-P yang datang mencapai hampir 20-an orang. Namun hanya lima orang yang diperkenankan untuk masuk ke kantor polisi untuk menyampaikan laporannya.

Baca: Samakan PDI-P dengan PKI, Waketum Gerindra Dilaporkan ke Polda Jatim

Selain di Mapolresta Depok, Arief juga diketahui sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) atas dugaan pelanggaran Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Laporan serupa juga dilayangkan Repdem Jawa Timur ke Polda Jawa Timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kasus Perempuan Terseret Taksi Online di Ancol Berujung Damai

Kasus Perempuan Terseret Taksi Online di Ancol Berujung Damai

Megapolitan
Sebelum Dibunuh, Pedagang Perabot di Duren Sawit Disebut Tuduh Anaknya Curi Kartu ATM dan Buku Tabungan

Sebelum Dibunuh, Pedagang Perabot di Duren Sawit Disebut Tuduh Anaknya Curi Kartu ATM dan Buku Tabungan

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun

Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun

Megapolitan
4 Event Liburan Sekolah di Mal Bekasi

4 Event Liburan Sekolah di Mal Bekasi

Megapolitan
Virgoun dan Teman Wanitanya Ditetapkan Tersangka Kasus Narkotika

Virgoun dan Teman Wanitanya Ditetapkan Tersangka Kasus Narkotika

Megapolitan
Hendak Maju Pilkada Bogor, Atang Trisnanto Tunggu SK dari PKS

Hendak Maju Pilkada Bogor, Atang Trisnanto Tunggu SK dari PKS

Megapolitan
Walkot Depok Idris Terbitkan Surat Edaran Netralitas ASN Untuk Pilkada 2024

Walkot Depok Idris Terbitkan Surat Edaran Netralitas ASN Untuk Pilkada 2024

Megapolitan
Jalan di Depan KPU Jakut Ditutup imbas Pelaksanaan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg

Jalan di Depan KPU Jakut Ditutup imbas Pelaksanaan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg

Megapolitan
Batal Bangun Masjid Agung, Pemkot Depok Mau Bersihkan SDN Pondok Cina 1 Lebih Dulu

Batal Bangun Masjid Agung, Pemkot Depok Mau Bersihkan SDN Pondok Cina 1 Lebih Dulu

Megapolitan
KPU Jakut Pastikan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg untuk 233 TPS di Cilincing Transparan

KPU Jakut Pastikan Rekapitulasi Ulang Hasil Pileg untuk 233 TPS di Cilincing Transparan

Megapolitan
Pulang ke Tanah Air, Berikut Jadwal Tiba Jemaah Haji Kota Bogor

Pulang ke Tanah Air, Berikut Jadwal Tiba Jemaah Haji Kota Bogor

Megapolitan
Panitia Konser Lentera Festival Tak Berani Muncul Hadapi Penonton Saat Gagal Bayar Bintang Tamu

Panitia Konser Lentera Festival Tak Berani Muncul Hadapi Penonton Saat Gagal Bayar Bintang Tamu

Megapolitan
PPDB SD dan SMP di Kota Bogor Masih Berproses, Pemkot Pastikan Berjalan Sesuai Aturan

PPDB SD dan SMP di Kota Bogor Masih Berproses, Pemkot Pastikan Berjalan Sesuai Aturan

Megapolitan
Nasib Gedung SDN Pondok Cina 1 Belum Dipastikan, Wali Kota: Bisa untuk Taman, Macam-macam...

Nasib Gedung SDN Pondok Cina 1 Belum Dipastikan, Wali Kota: Bisa untuk Taman, Macam-macam...

Megapolitan
Penjambret Beraksi di Dekat Mapolsek Kelapa Gading, Polisi Buru Pelaku

Penjambret Beraksi di Dekat Mapolsek Kelapa Gading, Polisi Buru Pelaku

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com