Djarot Mengaku Tak Berani Potong Hewan Kurban

Kompas.com - 01/09/2017, 13:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai melakukan shalat Idul Adha, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (1/9/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahGubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat usai melakukan shalat Idul Adha, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (1/9/2017).
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tak berani memotong hewan kurban.

Rutinitasnya ketika Hari Raya Idul Adha setiap tahun hanya shalat Id dan meninjau lokasi pemotongan hewan.

"Saya biasanya kalau Idul Adha waktu di Blitar suka ikut membantu, tapi bukan memotong (hewan kurban). Saya tidak tega, tidak berani," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (1/9/2017).

Setelah shalat Idul Adha, Djarot meninjau beberapa titik tempat pemotongan hewan kurban.

Djarot melakukan pelepasan terhadap 817 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban yang terdiri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

"Pelepasan petugas kita ini dilakukan setiap tahun untuk mengecek kesehatan hewan baik yang akan disembelih maupun sudah disembelih," kata Djarot.

Tujuan dari pengecekan yang dilakukan petugas, lanjut Djarot, untuk memastikan bahwa hewan tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Mereka akan terus bekerja hingga esok hari. Sebab, lanjut Jarot, hingga Sabtu masih akan dilakukan pemotongan hewan kurban.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Wagub DKI: Patuh Protokol Kesehatan Bukan karena Ada Petugas

Megapolitan
Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Cari Tempat Isolasi

Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid-19, Pemkot Bogor Cari Tempat Isolasi

Megapolitan
Sidang Sengketa Hasil Pilkada Tangsel 2020 Digelar 29 Januari

Sidang Sengketa Hasil Pilkada Tangsel 2020 Digelar 29 Januari

Megapolitan
2.263 Tenaga Kesehatan di Bogor Sudah Disuntik Vaksin Tahap Pertama

2.263 Tenaga Kesehatan di Bogor Sudah Disuntik Vaksin Tahap Pertama

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Bogor, dan Sudimara Meningkat

Jumlah Penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Bogor, dan Sudimara Meningkat

Megapolitan
Tak Kantongi Izin Operasional, Penginapan AVA OYO di Pademangan Ditutup Permanen

Tak Kantongi Izin Operasional, Penginapan AVA OYO di Pademangan Ditutup Permanen

Megapolitan
56.544 Warga Jakpus Dapat Bansos Tunai, Terbanyak di Johar Baru

56.544 Warga Jakpus Dapat Bansos Tunai, Terbanyak di Johar Baru

Megapolitan
Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Polisi Tangkap 7 Orang Pembuat hingga Pemesan Surat PCR Palsu

Megapolitan
TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

TPU Srengseng Sawah Kini Penuh untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Curi Hand Sanitizer di Bus Transjakarta, Pelaku Akui untuk Obati Kaki yang Sakit

Megapolitan
Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Tunggu Sidang MK, KPU Tangsel Belum Tetapkan Pasangan Terpilih

Megapolitan
Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Pembawa 5 Kg Sabu Ditangkap di Terminal Palembang Tujuan Jakarta, Polisi: Sudah 4 Kali Beraksi

Megapolitan
Penyelundup Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Penyelundup Sabu dari Palembang ke Jakarta Berpura-pura Jadi Penumpang Bus

Megapolitan
KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak

Megapolitan
Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Wagub DKI: Jam Operasional Mal dan Restoran Diperpanjang atas Permintaan Pelaku Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X