Tak Ada PMD, Jalan yang Rusak Parah di Pasar Induk Cipinang Belum Bisa Diperbaiki

Kompas.com - 21/11/2017, 17:01 WIB
Jalan di depan Pasar Induk Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, rusak parah. Sepanjang hampir 1 kilometer terdapat lubang-lubang genangan air, Sabtu (21/9). Kondisi tersebut disebabkan oleh tidak tersedianya saluran pembuangan air. KOMPAS/FABIO COSTAJalan di depan Pasar Induk Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, rusak parah. Sepanjang hampir 1 kilometer terdapat lubang-lubang genangan air, Sabtu (21/9). Kondisi tersebut disebabkan oleh tidak tersedianya saluran pembuangan air.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Food Station Tjipinang rencananya tidak mendapatkan penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun ini.

Padahal, PMD sebesar Rp 125 miliar itu akan digunakan untuk memperbaiki drainase dan jalan rusak di Pasar Induk Cipinang.

"Tugas saya sebagai dirut kan memotret situasi di Pasar Induk Cipinang saat ini. Itu yang saya soroti adalah soal infrastruktur, Rp 125 muliar untuk saluran drainase dan jalan di dalam pasar induk," ujar Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Arief Prasetyo Adi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Selasa (21/11/2017).

Kondisi jalan di dalam pasar induk memang sudah lama dikeluhkan. Dulu, pedagang pernah mengeluhkan kondisi jalan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Kondisi jalan yang buruk membuat truk-truk pedagang sulit masuk. Padahal truk mereka membawa beras dengan berat minimal 30-40 ton. Saat hujan turun, pasar langsung banjir.

Baca juga : Anies-Sandi Tak Beri PMD, Dharma Jaya Cari Cara Penuhi Daging Subsidi

Arief mengaku tidak masalah jika PMD untuk perbaikan infrastruktur ini harus dibatalkan. Sebagai gantinya dia akan menggunakan anggaran PT Food Station Tjipinang untuk memperbaiki jalan dan drainase. Namun, perbaikan tidak bisa langsung dilakukan menyeluruh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya bilang, kami akan lakukan secara bertahap," ujar Arief.

PT Food Station Tjipinang hanya bisa mengeluarkan anggaran Rp 6 miliar setiap tahun untuk perbaikan infrastruktur itu. Butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa memperbaiki seluruh jalan yang memiliki luas 140.000 m2.

Baca juga : Kunjungi Pasar Beras Cipinang, Sumarsono Diajak Lihat Jalan Rusak

Arief mengatakan dia tidak ingin mempersoalkan itu. Dia memahami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno memiliki pertimbangan lain mengenai PMD.

"PMD memang diperlukan, tapi kan ini masalah urgensi, Pak Gubernur dan Pak Wagub pasti sudah memikirkan sesuatu yang matang. Jadi enggak mungkin beliau enggak memikirkan dengan baik," kata Arief.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.