Korban Pelecehan Seksual di Kereta Diimbau Tak Takut Melapor - Kompas.com

Korban Pelecehan Seksual di Kereta Diimbau Tak Takut Melapor

Kompas.com - 04/01/2018, 22:43 WIB
Keramaian penumpang KRL commuter line di peron Stasiun Duri, Jakarta Barat, Kamis (17/8/2017). Perjalanan gratis ini diberlakukan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Keramaian penumpang KRL commuter line di peron Stasiun Duri, Jakarta Barat, Kamis (17/8/2017). Perjalanan gratis ini diberlakukan dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Muhammad Nuril Fadhila mengatakan, KCI kesulitan dalam menindak pelaku pelecehan seksual yang terjadi di gerbong kereta rel listrik (KRL).

Pasalnya, sejumlah korban enggan untuk melaporkan atau menindaklanjuti kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Banyak sekali yang tidak mau melanjutkan kasusnya (pelecehan seksual)," ujar Fadhila di sela paparan kinerja PT KCI, Jakart Pusat, Kamis (4/1/2018).

Fadhila mengatakan, kebanyakan korban yang merupakan perempuan enggan melapor karena merasa malu jika ketahuan pernah dilecehkan.

Baca juga : 2017, Ada 12 Kasus Pelecehan Seksual di KRL, Salah Satunya Dilakukan Seorang Kakek

 

Melihat fenomena tersebut, KCI berencana mengumpulkan sejumlah surat pernyataan dari para korban pelecehan seksual dan membawa surat pernyataan itu agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Pihak KCI saat ini telah melaporkan satu orang pelaku pelecehan seksual yang tertangkap di dalam gerbong lintas Duri-Tangerang. KCI masih berusaha membujuk korbannya untuk mau bekerja sama melanjutkan laporan tersebut.


"Kami akan proses, mudah-mudahan korbannya mau bekerja sama. Ini cukup sulit karena selama ini tak ada korban yang mau melapor. Resiko memang malu, tapi kalau enggak dilaporkan ya enggak bisa diproses," ujar Fadhila.

Guna memberikan kenyamanan kepada penumpang wanita, KCI menyediakan satu gerbong khusus di setiap rangkain untuk para wanita. KCI juga menyiagakan empat petugas keamanan kereta yang setiap waktu mengawasi penumpang di tiap gerbong.


Tak ingin hal itu terus terulang, manajemen PT KCI bakal melakukan kampanye di seluruh stasiun KRL agar para korban pelecehan seksual berani untuk melapor. PT KCI menjamin untuk melindung privasi para korban.

"Ini cukup sulit karena selama ini tak ada korban yang mau melapor. Resiko memang malu, tapi kalau enggak dilaporkan ya enggak bisa diproses," ujar Fadhila.


EditorDian Maharani
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X