Rustam Effendi: Saya Tidak Pernah Musuhi Ahok, cuma...

Kompas.com - 10/01/2018, 17:45 WIB
Rustam Effendi (tengah, menggunakan jas) seusai dilantik menjadi Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/1/2018) KOMPAS.com/NURSITA SARIRustam Effendi (tengah, menggunakan jas) seusai dilantik menjadi Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/1/2018)
Penulis Nursita Sari
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik Rustam Effendi sebagai Kepala Biro Administrasi Sekretariat Daerah DKI Jakarta.

Dia kembali menduduki jabatan struktural setelah mengundurkan diri dari jabatan wali kota Jakarta Utara pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok).

Rustam bercerita, saat itu dia mengundurkan diri bukan karena memusuhi Ahok.

"Saya tidak pernah memusuhi Ahok lho, cuma saya enggak mau gabung dengan Ahok, begitu saja. Saya enggak pernah musuh sama Ahok," ujar Rustam seusai pelantikan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/1/2018).


Baca juga: Anies Sebut Rustam Effendi yang Pernah Mundur di Era Ahok Orang Berprestasi

Rustam meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menganggap dirinya bermusuhan dengan Ahok. Sebab, dia menyebut selama ini hubungannya dengan Ahok baik-baik saja.

"Jangan lagi bilang gue musuh Pak Ahok, baik-baik sajalah kami," kata Rustam.

Setelah menjabat kepala Biro Administrasi, Rustam mengaku akan belajar kembali. Ini merupakan posisi baru untuknya. Dia meminta semua pihak mendoakan agar bisa bekerja dengan baik.

"Kebetulan dikasih amanah lagi, itu biasa, kan. Dari dulu juga saya dari level paling bawah, pelan-pelan, terus ke eselon IV, eselon III, eselon II, sampai wali kota. Barangkali jalannya seperti itu, ya kembali lagi," ucap Rustam.

Nama Rustam menjadi sorotan setelah ia berselisih dengan Ahok pada April 2016. Saat itu, Rustam masih menduduki posisi wali kota Jakarta Utara.

Ahok menyebut kinerja Rustam lambat karena tidak juga menertibkan permukiman liar di kolong Tol Ancol.

Ahok menuding Rustam mendukung Yusril Ihza Mahendra (dulu bakal calon gubernur DKI) yang saat itu kerap membela warga yang tinggal di permukiman kumuh. Sebenarnya, ketika itu Ahok hanya bercanda.

Baca juga: Tanggul Kampung Luar Batang Jebol, Sandiaga Koordinasi dengan Rustam Effendi

Ahok juga menyindir Rustam yang dia sebut sebagai anggota geng golf. Saat itu, Ahok menyebut ada keuntungan yang didapat para pegawai negeri sipil yang bergabung dengan geng golf ini. Anggota geng golf rata-rata naik jabatan lebih cepat.

Tudingan-tudingan Ahok berbekas di hati Rustam. Tidak butuh waktu lama bagi Rustam hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Jadi Sorotan, PKL di Depan Pos Damkar Tanah Abang Ditertibkan

Setelah Jadi Sorotan, PKL di Depan Pos Damkar Tanah Abang Ditertibkan

Megapolitan
Subsidi Dipangkas, Dirut MRT Akan Gencarkan Bisnis Non-Tiket Kereta

Subsidi Dipangkas, Dirut MRT Akan Gencarkan Bisnis Non-Tiket Kereta

Megapolitan
5 Fakta Tuduhan Politikus PDI-P terhadap Politikus PSI soal Penyebaran Materi Rapat

5 Fakta Tuduhan Politikus PDI-P terhadap Politikus PSI soal Penyebaran Materi Rapat

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan Hari Ini

BMKG: Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan Hari Ini

Megapolitan
Keberangkatan KRL Rute Bekasi Ditambah Lagi Setelah Perubahan Jadwal Bikin Penumpang Menumpuk di Stasiun

Keberangkatan KRL Rute Bekasi Ditambah Lagi Setelah Perubahan Jadwal Bikin Penumpang Menumpuk di Stasiun

Megapolitan
Tunggak Pajak 4 Tahun, Mobil Bergambar Macan Juga Kelabui Petugas dengan Pelat Nomor Palsu

Tunggak Pajak 4 Tahun, Mobil Bergambar Macan Juga Kelabui Petugas dengan Pelat Nomor Palsu

Megapolitan
Sumber Api yang Bakar 4 Lantai di Mal Lokasari Berasal dari Bekas Diskotek Miles

Sumber Api yang Bakar 4 Lantai di Mal Lokasari Berasal dari Bekas Diskotek Miles

Megapolitan
Masih Ada 168 Mobil Mewah Lagi yang Belum Bayar Pajak di Jakarta Utara

Masih Ada 168 Mobil Mewah Lagi yang Belum Bayar Pajak di Jakarta Utara

Megapolitan
Setelah Putri Ma'ruf Amin, Benyamin Juga Kembalikan Formulir Penjaringan ke Hanura

Setelah Putri Ma'ruf Amin, Benyamin Juga Kembalikan Formulir Penjaringan ke Hanura

Megapolitan
Kesadaran PNS Jakarta Timur Dinilai Masih Kurang soal Larangan Bawa Kendaraan Tiap Jumat Pekan Pertama

Kesadaran PNS Jakarta Timur Dinilai Masih Kurang soal Larangan Bawa Kendaraan Tiap Jumat Pekan Pertama

Megapolitan
Komisi B DPRD DKI Duga Ada Anggaran Ganda untuk Pembangunan LRT Jakarta

Komisi B DPRD DKI Duga Ada Anggaran Ganda untuk Pembangunan LRT Jakarta

Megapolitan
Malam Ini hingga Besok, Wilayah Kalideres dan Pegadungan Alami Gangguan Suplai Air

Malam Ini hingga Besok, Wilayah Kalideres dan Pegadungan Alami Gangguan Suplai Air

Megapolitan
19 Mobil Mewah di Apartemen Regata Dipasangi Stiker Belum Bayar Pajak

19 Mobil Mewah di Apartemen Regata Dipasangi Stiker Belum Bayar Pajak

Megapolitan
Ruang UKM di Universitas Pancasila Masih Digunakan Pascapenggerebekan

Ruang UKM di Universitas Pancasila Masih Digunakan Pascapenggerebekan

Megapolitan
Tol Serpong-Cinere Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Airin: Semoga Tercapai Target

Tol Serpong-Cinere Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Airin: Semoga Tercapai Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X