Menhub: Evaluasi Ambrolnya Tembok Perimeter Selatan Kewenangan KKK

Kompas.com - 07/02/2018, 17:54 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi sambangi lokasi ambrolnya tembok Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/2/2018). Dokumentasi KemenhubMenhub Budi Karya Sumadi sambangi lokasi ambrolnya tembok Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (7/2/2018).

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, pihaknya termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak berwenang dalam mengevaluasi kasus ambrolnya tembok Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

"Dalam hal bertanggung jawab melaksanakan dan mengevaluasi yang namanya konstruksi itu adalah KKK atau Komite Keselamatan Konstruksi," kata Budi Karya selepas menyambangi lokasi kejadian pada Rabu (7/2/2018).

Budi Karya menepis anggapan kalau pihaknya mengalihkan tanggung jawab tersebut ke KKK. Menurut dia, Kemenhub melalui KNKT sudah menjalankan tugas sesuai dengan porsinya.

"Dalam diskusi dengan Menteri PUPR jelas ada rule of the game. Satu itu pasti sebuah karya konstruksi harus didasari perhitungan-perhitungan profesional dan dibangun dengan cara profesional," ujar dia.

Baca juga : Menhub: Jalan Perimeter Selatan Belum Mungkin Dioperasikan

Budi Karya mengatakan, bakal ada hukuman yang diberikan oleh KKK jika ditemukan adanya kesalahan konstruksi.

"Pak menteri PUPR juga mengatakan bahwa ada punishment tertentu,  tapi saya tidak mengatakan apa dan bagaimana karena itu adalah kewenangan KKK. Saya akan tunduk dengan apa yang dikeluarkan KKK," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan di Depok Dituntut Mati

Megapolitan
Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Megapolitan
Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Megapolitan
Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Megapolitan
Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Megapolitan
RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

Megapolitan
Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X