Ahli dari Australia Pun Kesulitan Deteksi Penyerang Novel Baswedan...

Kompas.com - 22/02/2018, 14:27 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan didampingi istrinya Rina Emilda memasuki mobil setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Muhammad IqbalPenyidik KPK Novel Baswedan didampingi istrinya Rina Emilda memasuki mobil setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan kendala-kendala yang dialami dalam mengungkap tersangka kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Salah satunya, deteksi pelaku melalui rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar Masjid Jami Al Ihsan, lokasi penyiraman Novel pada 11 April 2017.

"Misalnya, sudah ada hasil kamera CCTV, tetapi setelah kami cek, kami lihat ternyata tidak jelas. Sudah kami minta bantuan (ahli) dari Australia, ternyata tidak jelas juga," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/2/2018).

Baca juga: Novel Pulang, KPK Harus Semakin Garang

Ia mengatakan, tak hanya satu kamera CCTV yang diperiksa penyidik.

Semua kamera CCTV yang berada di radius 500 meter dari lokasi penyiraman Novel turut diselidiki.

"Kami cek satu per satu, kemudian setelah kami tanya ke pemilik CCTV ternyata tidak semuanya selalu merekam. Jadi, di situ kesulitannya," katanya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pimpinan KPK Berharap Penyerang Novel Segera Ditemukan

Kesulitan lain yang dihadapi adalah tidak adanya saksi yang melihat peristiwa tersebut. 

Penyidik telah menyebarkan sketsa penyiram Novel dan membuka nomor hotline bagi warga yang merasa pernah melihat sosok pelaku yang dimaksud.

Namun, hingga saat ini, belum ada laporan yang valid.

Baca juga: TGPF Dianggap Dapat Lengkapi Kinerja Polri Ungkap Kasus Novel Baswedan

"Sudah ada yang lapor, misalnya lapor lewat SMS, tetapi ketika ditelpon tidak diangkat atau diangkat, tetapi setelah ditanya dia dari mana dimatikan. Banyak yang seperti ini," kata Argo. 

Hari ini, Novel tiba di tanah air setelah berbulan-bulan menjalani operasi di Singapura. Argo berharap, kepulangan Novel akan mempermudah pengungkapan kasus ini.

"Pada intinya, nanti dengan kedatangan Pak Novel ke Indonesia akan mempermudah kami komunikasi. Artinya, nanti kalau kami masih memerlukan informasi-informasi, kami bisa melakukan pemanggilan," ujarnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X