Dugaan Penggelapan Dana Umrah, Pelapor Lyra Virna Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 22/03/2018, 15:23 WIB
Lyra Virna dan Muhammad Fadlan diabadikan di Hotel Veranda @ Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANLyra Virna dan Muhammad Fadlan diabadikan di Hotel Veranda @ Pakubuwono, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (8/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik AD Tour and Travel Lasty Annisa telah ditetapkan tersangka atas dugaan penggelapan dana umrah

Adapun Lasty merupakan pelapor artis Lyra Virna atas dugaan pencemaran nama baik

"Ya, betul (Lasty) sudah jadi tersangka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/3/2018).

Baca juga: Jadi Tersangka, Artis Lyra Virna Datangi Polda Metro Jaya

Kuasa hukum artis Lyra Virna, Razman Arif Nasution mengatakan, Lasty dilaporkan Lyra ke Polda Metro Jaya.

"Bahwa saat ini bahwa saudara Lasty Annisa juga tersangka di Krimum Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Laporan itu berasal dari Lyra, Fadlan, dan beberapa orang yang diduga dananya tidak dikembalikan dalam rangka pemberangkatan jamaah umrah," ujar Razman saat mendatangi Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. 

Adapun Lyra melaporkan Lasty pada 8 Juni 2017.

Baca juga: Jadi Tersangka, Artis Lyra Virna Akan Diperiksa Polisi

Lyra menuduh Lasty menggelapkan uang untuk perjalanan umrahnya bersama Fadlan.

Lyra kemudian menagih kembali uangnya itu. Namun, Lasty dianggap telah mengulur-ngulur waktu.

Hingga akhirnya, Lyra mengunggah postingan di media sosial dan meminta Lasty mengembalikan uang mereka.

Baca juga: Artis Lyra Virna Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Postingan Lyra tersebut kemudian dilaporkan Lasty dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Lasty melaporkan Lyra hingga Lyra ditetapkan menjadi tersangka.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Kasatpol PP DKI: Satpol PP Jangan Dimaki, Jangan Dibenci

Megapolitan
Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Akan Maju Pilkada, Muhamad Resmi Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Megapolitan
Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Polisi Klaim Temukan Petunjuk Terduga Pembunuh Wanita di Margonda Residence Depok

Megapolitan
Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Pria Ini Nekat Jadi Anggota BNN Gadungan karena Terlilit Utang Rp 100 Miliar

Megapolitan
Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X