Sejak Dibantu Anies, Korban Kebakaran Taman Kota Ini Banjir Tawaran Kerja

Kompas.com - 06/04/2018, 06:03 WIB
Hartono, korban kebakaran Taman Kota, Jakarta Barat yang diberikan bantuan pekerjaan sebagai poles marmer di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta saat ditemui di rumah kontrakannya pada Kamis (5/4/2018). RIMA WAHYUNINGRUMHartono, korban kebakaran Taman Kota, Jakarta Barat yang diberikan bantuan pekerjaan sebagai poles marmer di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta saat ditemui di rumah kontrakannya pada Kamis (5/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hartono, bapak dua anak korban kebakaran di Jalan Perumahan Taman Kota, RT 16 RW 05, Kembangan Utara, Kembangan Jakarta Barat mendapat bantuan pekerjaan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia kini bekerja memoles marmer di rumah dinas Anies yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat.

Bantuan tersebut diberikan usai Anies mengunjungi lokasi kebakaran pada 30 Maret lalu. Sunarsip, istri Hartono yang menghampiri gubernur agar suaminya diberikan pekerjaan.

Permintaan disambut cepat oleh staf Anies dan Hartono sudah bisa bekerja sejak Rabu kemarin. Kisah mereka diceritakan Anies melalui media sosialnya. Hal ini rupanya memberikan keuntungan bagi Hartono, yaitu banjir tawaran kerja.

"Semalam yang nawarin udah tiga orang. Ada yang nawarin saya dari jauh. Ada yang ngasih tawaran di apartemen Depok dan Tegal. Tapi di Tegal jauh dan kondisi saya sekarang belum memungkinkan," kata Hartono kepada Kompas.com pada Kamis (5/4/2018) di rumah kontrakannya.

Ia bercerita, setelah kisahnya banyal diketahui publik, staf Anies meminta izin agar nomor teleponnya bisa dicantumkan di media sosial milik gubernur.

Baca juga : Pak Anies Saya Mau Suami Saya Dibantu, kalau Bisa Dikasih Kerjaan

Hartono dan keluarganya. Mereka menjadi korban kebakaran di Taman Kota, Jakarta Barat pada 29 Maret 2018. Hartono kini mendapat pekerjaan sebagai tukang poles marmer di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.RIMA WAHYUNINGRUM Hartono dan keluarganya. Mereka menjadi korban kebakaran di Taman Kota, Jakarta Barat pada 29 Maret 2018. Hartono kini mendapat pekerjaan sebagai tukang poles marmer di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tawaran tak hanya sebagai tukang poles marmer, seperti pekerjaan utamanya. Pekerjaan sebagai tukang kebun pun datang padanya, tapi ditolak karena bukan bidang yang dikuasainya. 

Di rumah dinas gubernur, rencananya ia bekerja selama satu bulan lebih untuk bisa memoles marmer seluas 750 meter persegi.

"Rumah dinas itu rumah lama memang perlu dipoles, pas saya datang," katanya.

Untuk memoles rumah dinas gubernur, Hartono membawa timnya. Ia berharap, uang hasil kerjanya ini bisa ditabung untuk kembali membangun rumah yang habis terbakar.

"Itu juga buat beli obat-obatan (poles), tiga hari bisa Rp 300 ribu. Belum bayar orang per hari, kan enggak sendirian, standarnya ini dikerjakan 6 orang. Sewa alat polesnya juga, punya saya kan kebakar. Bersihnya paling Rp 30 juta," kata Hartono. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Megapolitan
Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X