Polisi Tangkap Dua Wanita Tersangka Perdagangan Anak ke Nabire, Papua

Kompas.com - 02/05/2018, 17:21 WIB
Petugas Polres Metro Bekasi Kota menangkap dua pelaku perdagangan orang ke Nabire, Papua Kompas.com/Setyo AdiPetugas Polres Metro Bekasi Kota menangkap dua pelaku perdagangan orang ke Nabire, Papua

BEKASI, KOMPAS.com - Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota menangkap dua wanita pelaku perdagangan orang dan eksploitasi anak di bawah umur, Senin (30/4/2018). Penangkapan ini dilakukan setelah laporan keluarga korban, WN (16) ke petugas kepolisian.

"Awalnya korban WN bertemu dengan tersangka NY (22). Korban mengungkapkan ingin bekerja. Dibawalah WN ke tersangka ID (44) yang mengaku punya saluran untuk mendapatkan pekerjaan," ucap Kasatreskrim Metro Bekasi Kota Jairus Saragih di Mapolres Metro Bekasi Kota Rabu (2/5/2018).

Tersangka ID menawarkan korban untuk bekerja di kota Nabire, Papua. Pekerjaannya ketika itu ditawarkan sebagai pemandu lagu (LC) dengan gaji Rp 100.000 per jam.

WN kemudian tertarik dengan pekerjaan tersebut memutuskan berangkat ke Nabire. Usianya yang saat itu masih dibawah umur membuatnya tidak memiliki kartu identitas.

Baca juga : Sandiaga: Kalau Lihat Praktik Eksploitasi Anak, Langsung Laporkan!

ID pun membuatkan kartu identitas palsu milik anaknya untuk dipasangkan dengan foto WN. Maka berangkatlah WN menuju Nabire.

Tersangka ID dan NY mendapatkan upah karena menyalurkan tenaga kerja dari teman mereka di Nabire sebesar Rp 2 juta. Keuntungan ini dibagi Rp 500.000 untuk NY dan Rp 1,5 juta untuk ID.

"Nah dari keterangan keluarga, korban belum meminta izin kerja ke Nabire. Makanya dilaporkan ke kepolisian," ucap Saragih.

Baca juga : Polri Ungkap Jaringan Perdagangan Orang ke Arab Saudi dengan 910 Korban

Berdasarkan keterangan tersangka, sebelum korban WN, tersangka juga pernah mengirimkan A dan WT ke tempat yang sama. Saat ini korban WT sudah kembali ke Bekasi sedangkan korban A bersama WN masih berada di Nabire.

"Kedua tersangka ini diancam UU perlindungan anak UU RI nomor 35 tahun 2014 serta perdagangan orang seperti tercantum di pasal 2 dan pasal 6 UU RI tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun," ucap Saragih.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Jaksa: Eksepsi Kuasa Hukum John Kei Hanya Didasari Asumsi

Megapolitan
IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

IDI Usul Pasien Covid-19 Gejala Ringan Dirawat di Rumah dengan Pengawasan Dokter

Megapolitan
RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

RSUD Depok Akan Tambah Lagi ICU dan Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Bulan Depan

Megapolitan
Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Soal Banjir Jabodetabek-Punjur, Menteri Sofyan: Banyak Developer Tak Patuhi Standar Pembangunan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Pemkot Bekasi Larang Kafe dan Restoran Gelar Live Music karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X