Pilkada Kota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto atau Nur Supriyanto-Adhy Firdaus

Kompas.com - 27/06/2018, 08:36 WIB
Paslon walikota dan wakil walikota Bekasi berfoto bersama, Selasa (13/2/2018). Kompas.com/Setyo Adi Paslon walikota dan wakil walikota Bekasi berfoto bersama, Selasa (13/2/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi menggelar pemilihan kepala daerah hari ini, Rabu (27/6/2018). Ada dua pasang calon yang akan bertanding dalam Pilkada Kota Bekasi 2018.

Pasangan nomor urut 1 adalah Rahmad Effendi dan Tri Adhianto. Rahmat Effendi merupakan calon wali kota petahana. Pria yang akrab disapa Pepen itu akan menggunakan hak suara di TPS 01 Pekayon di depan rumah pribadinya.

Sementara Tri Adhianto yang menjadi calon wakil wali kota pasangan Pepen ini sebelumnya merupakan pegawai negeri sipil. Jabatannya di Pemerintah Kota Bekasi sebelumnya adalah kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Tri akan menggunakan hak pilihnya di TPS 093, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur.

Pasangan nomor urut dua adalah Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus. Sebelum menjadi calon wali kota, Nur Supriyanto merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat. Hari ini, dia tidak memiliki hak suara karena bertempat tinggal di Kabupaten Bekasi.

Sementara itu, calon wakil wali kota nomor urut dua adalah Adhy Firdaus. Adhy Firdaus merupakan pengusaha yang dulu pernah menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bekasi. Hari ini dia akan mencoblos di TPS 093 di Kelurahan Jaka Sampurna, Bekasi Barat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X