Belum Punya Kendaraan Politik, Lulung Akan "Nyaleg" DPR RI pada "Last Minute"

Kompas.com - 06/07/2018, 17:14 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung di DPRD DKI, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Lulung di DPRD DKI, Jumat (22/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana akan kembali mengajukan diri sebagai calon anggota legislatif.

Namun, lelaki yang akrab disapa Lulung itu mengaku tidak lagi maju sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, melainkan calon anggota DPR RI periode 2019-2024.

"Ya, Insya Allah akan ikut nyaleg DPR RI, di dapil 3. Iya, bukan DPRD lagi," kata Lulung ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Belum Sreg Pilih Partai, Lulung Belum Daftar Caleg DPR RI

Ia belum mendaftarkan diri karena belum memiliki kendaraan partai politik. 

"Ya, kan, saya belum (mendaftar) artinya hari ini belum mendaftar, kan, sedangkan pendaftaran tinggal sebenar lagi. Tapi sampai hari ini belum mendaftar karena enggak mungkin di PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PPP tidak memberikan ruang," ujarnya. 

Dengan demikian, Lulung kemungkinan akan mendaftar sebagai caleg pada detik-detik terakhir atau sistem last minute.

Baca juga: Lulung Ingin Jadi Caleg DPR RI, tetapi...

"Saya mungkin last minute ya (mendaftar) karena belum ada partai juga," kata Lulung. 

Pendaftaran caleg DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD telah dibuka secara serentak oleh KPU di seluruh Indonesia, pada 4-17 Juli 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi 'Air Terjun' di Tol Becakayu

Bahayakan Kendaraan, Warga Harap Tak Ada Lagi "Air Terjun" di Tol Becakayu

Megapolitan
Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Pengedar Setor Rp 10 Juta untuk 10.000 Dollar Palsu, Dapat Upah Rp 300.000

Megapolitan
Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Dua Bocah Tersengat Tawon, Petugas Damkar Singkirkan Sarang

Megapolitan
Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X