Anies: Jangan Mengira Akan Dibiarkan, Pasti Dapat Sanksi - Kompas.com

Anies: Jangan Mengira Akan Dibiarkan, Pasti Dapat Sanksi

Kompas.com - 12/07/2018, 20:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai meninjau lokasi ledakan Ruko Grand Wijaya Center di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai meninjau lokasi ledakan Ruko Grand Wijaya Center di Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan bahwa gedung-gedung yang mengabaikan surat peringatan dari Pemprov DKI tidak akan dibiarkan.

Gedung yang dimaksud adalah gedung di Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang tidak menindaklanjuti temuan Pemprov DKI soal pelanggaran pengelolaan air tanah, sumur resapan, dan limbah.

"Kita beri sanksi sesuai aturan, tapi jangan mengira akan dibiarkan, pasti dapat sanksi," ujar Anies di Hotel Four Points, Jalan MH Thamrin, Kamis (12/7/2018).

Pemprov DKI memang melakukan sidak terhadap gedung-gedung di Jalan Sudirman dan MH Thamrin beberapa bulan lalu.

Banyak gedung yang ternyata tidak memiliki sumur resapan, pengelolaan air limbah, dan air tanah yang baik.

Baca juga: Anies Imbau Warga Periksa Tabung Gas untuk Pastikan Tak Ada Kebocoran

Sebagian besar pengelola gedung yang melanggar sudah berkonsultasi kepada pihak Pemprov DKI. Namun, ada 5 gedung yang mengabaikan temuan itu.

"Yang belum itu Sinarmas (Land), Sampoerna, Plaza Central, Davinci, Wisma Kosgoro," ujar Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta Benny Agus Chandra beberapa waktu lalu.

Kini, Pemprov DKI kembali melakukan sidak. Kali ini, sidak dilakukan bukan di area perkantoran, melainkan di area industri.

Anies mengatakan, sanksi terberat untuk gedung dan kawasan industri yang tak sesuai ketentuan Pemprov bisa sampai pencabutan sertifikat laik fungsi.

"Sanksi terjauh gedung itu tidak bisa dapat sertifikat layak fungsi. Kalau itu terjadi, tidak bisa asuransi, tidak bisa digunakan," ujar Anies.


Terkini Lainnya

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Berlari Saat Hamil 8 Bulan hingga 'Baju Kerja' Kang Emil Laris Manis

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Berlari Saat Hamil 8 Bulan hingga "Baju Kerja" Kang Emil Laris Manis

Regional
Berita Populer: Pewaris Takhta Spanyol hingga Zimbabwe Setelah Mugabe

Berita Populer: Pewaris Takhta Spanyol hingga Zimbabwe Setelah Mugabe

Internasional
Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Regional
Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Regional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional

Close Ads X