Curi Uang Mahasiswa Korea Selatan, Tiga "Office Boy" di Depok Ditangkap - Kompas.com

Curi Uang Mahasiswa Korea Selatan, Tiga "Office Boy" di Depok Ditangkap

Kompas.com - 13/07/2018, 06:12 WIB
Ilustrasi pencurianSHUTTERSTOCK Ilustrasi pencurian


DEPOK, KOMPAS.com - Pihak kepolisian menangkap tiga office boy di sebuah indekos di Jalan Juragan Sinda, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Rabu (11/7/2018).

Ketiga office boy berinisial AA (23), RS (23), dan MH (18) itu ditangkap hari itu pukul 01.30 WIB, karena diduga mencuri uang delapan mahasiswa asal Korea Selatan yang tinggal di indekos tersebut. Kebetulan, ketiga office boy ini bekerja di indekos tersebut. 

"Tiga tersangka bekerja sebagai office boy di tempat kos tersebut. Mereka ini terekam di kamera tersembunyi saat sedang menjalankan aksinya,” kata Wakapolres Depok AKBP Arif Budiman, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Pencurian Barang Pegawai Kantor Staf Kepresidenan Gunakan Modus Api-api

Penangkapan ketiga office boy  itu dilakukan setelah salah satu mahasiswa Korea Selatan yang jadi korban berinisial RSH, melapor ke polisi. Kepada polisi, RSH mengadukan telah kehilangan uang sebanyak Rp 13.300.000. 

Arif mengatakan, kehilangan yang dialami RSH dan tujuh warga Korea Selatan itu sudah terjadi selama beberapa hari. RSH sudah mencurigai gelagat dari tiga tersangka ini, sehingga memutuskan memasang kamera tersembunyi di kamar mereka.

"Hasil spy camera tersebut didapat gambar pelaku sedang melaksanakan aksi pencurian. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan melaporkan kejadian tersebut ke pihak pengamanan dalam kampus, lalu diteruskan ke pihak Polsek Beji," ujar Arif.

Baca juga: Polisi Akan Telusuri Aksi Pencurian di Mal yang Terekam CCTV

Saat ketiga pelaku diamankan, polisi menemukan barang bukti satu lembar pecahan mata uang Korea senilai 50.000 won, satu lembar pecahan mata uang Korea senilai 5000 won, keping logam Korea senilai 200, dan tiga ponsel yang diduga milik pelaku.

“Uangnya sudah dibelikan telepon seluler dan makanan, yang lain masih belum digunakan,” ucap dia.

Arif mengatakan, para tersangka akan dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman 5 tahun ancaman penjara.


Terkini Lainnya

Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Saat Istri Keluar Rumah, Kakek Ini Cabuli Bocah 13 Tahun Tetangganya

Regional
Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Viral, Penumpang Wanita Kejar Pesawat hingga ke Landasan Pacu karena Ketinggalan

Regional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Bupati Pakpak Bharat Diduga Instruksikan Semua Kepala Dinas untuk Atur Pengadaan

Nasional
Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Tiba di Surabaya, Jokowi Langsung Jalan-jalan ke Tunjungan Plaza

Nasional
Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Cerita Fatmawati dan 5 Putrinya Lolos dari Kebakaran Hebat di Rumahnya

Regional
'Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia'

"Jangan Sampai Ambisi Pribadi Rusak Tata Negara di Indonesia"

Nasional
Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Uang Suap Bupati Pakpak Bharat Diduga untuk Amankan Kasus Hukum Istrinya

Nasional
Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Bupati Pakpak Bharat Diduga Terima Suap Rp 550 Juta dari Kontraktor

Nasional
Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Kim Jong Un Ingin Memodernisasi Pabrik Kaca Taegwan

Internasional
Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Titik Terang Misteri Kematian Bapak dan Anak Asal Lahat di Sukabumi

Regional
KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat dan Kepala Dinas PUPR sebagai Tersangka

Nasional
Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Warga Keluhkan Pasangan Mesum di Rumah Kos, Polisi Amankan 4 Mahasiwa

Regional
Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Dalam Drum Ditemukan Pemulung di Bogor

Regional
Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Puting Beliung Terjang Madiun, Empat Rumah Rata dengan Tanah

Regional
Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan

Internasional

Close Ads X