Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditangkap di Purbalingga, Eks Manajer yang Gelapkan Uang Resto Milik Hotman Paris Sempat Berpindah-pindah

Kompas.com - 30/04/2024, 15:49 WIB
Ruby Rachmadina,
Larissa Huda

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Mantan manajer restoran Ramen Hotmen milik Hotman Paris berinisial FA sempat berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi setelah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 172.895.964.

Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar (Kombes) Bismo Teguh Prakoso mengatakan, FA melarikan diri ke sejumlah wilayah.

Selama masa pelariannya, FA berpindah-pindah ke Bandung, Garut, Purwokerto, hingga Purbalingga menggunakan uang hasil penggelapan perusahaan.

Baca juga: Mantan Karyawan Gelapkan Uang Resto Milik Hotman Paris untuk Bayar Utang Judi dan Beli Motor

“Pelaku dalam pelariannya ke Bandung menginap di Hotel Cihampelas Bandung, kemudian menginap di hotel di daerah Garut, kemudian menginap di hotel daerah Purwokerto,” ucap Bismo kepada wartawan, Selasa (30/4/2024).

Hingga akhirnya, FA berhasil ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di rumah temannya yang berada di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Kamis (25/4/2024).

Kasatreskim Polresta Bogor Kota Komisaris Luthfi Olot Gigantara mengungkapkan, FA menggelapkan uang restoran Ramen Hotmen yang seharusnya disetorkan ke rekening bank milik kantor pusat Ramen Hotmen.

Untuk diketahui, tersangka bekerja sebagai manajer yang tugasnya menyetorkan uang hasil restoran ke bank.

Baca juga: Baru Kerja Sebulan, Eks Manajer Resto Milik Hotman Paris Gelapkan Uang Rp 172 Juta

Namun, pelaku malah menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk membayar utang dan membeli barang berupa laptop dan satu unit sepeda motor.

Dari kejadian ini, restoran mengalami kerugian materi sebesar Rp 172 juta lebih.

"Pada saat terjadi peristiwa, uang setoran kasir dia simpan dalam loker dan hanya yang bersangkutan yang memiliki akses kunci loker. Kemudian atas niat tidak baik, diambil uang tersebut untuk kepentingan pribadi,” ucap Luthfi.

Hingga akhirnya, perusahaan melakukan audit internal dan mengetahui tidak ada uang yang masuk ke rekening perusahaan.

Selanjutnya, pihak perusahaan kemudian melaporkan FA ke Polresta Bogor Kota.

“Yang melapor ke Polresta adalah manajemen pusat dari perusahaan Hotmen, bukan dari Hotman Paris,” tutur Luthfi.

Baca juga: Selidiki Pencurian Uang Resto Ramen Milik Hotman Paris, Polisi Periksa 5 Pegawai

Polisi juga menyita barang bukti berupa hasil audit internal keuangan, laptop, rekaman kamera CCTV, satu unit sepeda motor, dan lainnya.

Atas perbuatannya, tersangka FA dijerat Pasal 374 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Tersangka melakukan penggelapan seorang diri,” ujar Luthfi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tampung dan Bantu Jual Jam Tangan Mewah, Tiga Orang Ditangkap Terkait Perampokan di PIK 2

Tampung dan Bantu Jual Jam Tangan Mewah, Tiga Orang Ditangkap Terkait Perampokan di PIK 2

Megapolitan
Firli Bahuri Tak Juga Ditahan Setelah 7 Bulan Tersangka, Pengamat: Sangat Mungkin Ada Intervensi

Firli Bahuri Tak Juga Ditahan Setelah 7 Bulan Tersangka, Pengamat: Sangat Mungkin Ada Intervensi

Megapolitan
Rayakan HUT Ke-497 Jakarta, PAM Jaya Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 497 Anak

Rayakan HUT Ke-497 Jakarta, PAM Jaya Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 497 Anak

Megapolitan
Usai Disoroti Bima Arya, Pemkot Bogor Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Merdeka

Usai Disoroti Bima Arya, Pemkot Bogor Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Merdeka

Megapolitan
Perampok Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Perampok Toko Jam Tangan Mewah di PIK 2 Jadi Tersangka, Terancam Hukuman Mati

Megapolitan
Penampakan Jam Tangan Mewah Miliaran Rupiah yang Digasak Perampok di PIK 2, dari Rolex sampai Audemars Piguet

Penampakan Jam Tangan Mewah Miliaran Rupiah yang Digasak Perampok di PIK 2, dari Rolex sampai Audemars Piguet

Megapolitan
Buntut Guyonan Siswi SMP Jakarta Soal Palestina : Tuai Kecaman, Minta Maaf hingga Wajib Lapor

Buntut Guyonan Siswi SMP Jakarta Soal Palestina : Tuai Kecaman, Minta Maaf hingga Wajib Lapor

Megapolitan
Hendak Maju Pilkada Bogor 2024, Aji Jaya Bintara Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo

Hendak Maju Pilkada Bogor 2024, Aji Jaya Bintara Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo

Megapolitan
Disnaker DKI Belum Terima Laporan Terkait Kabar 450 Karyawan Tokopedia Di-PHK

Disnaker DKI Belum Terima Laporan Terkait Kabar 450 Karyawan Tokopedia Di-PHK

Megapolitan
Lift JPO Pinisi Sudirman 40 Hari Tak Beroperasi, Wali Kota Jakpus: Kewenangan Pemprov

Lift JPO Pinisi Sudirman 40 Hari Tak Beroperasi, Wali Kota Jakpus: Kewenangan Pemprov

Megapolitan
Pemprov DKI Imbau Distribusi Daging Kurban Pakai Besek Bambu dan Daun Pisang, Bukan Kantong Plastik

Pemprov DKI Imbau Distribusi Daging Kurban Pakai Besek Bambu dan Daun Pisang, Bukan Kantong Plastik

Megapolitan
Polres Jaktim Kirim Personel ke Pati, Tangani Kasus Bos Rental yang Tewas Dikeroyok

Polres Jaktim Kirim Personel ke Pati, Tangani Kasus Bos Rental yang Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Sampah Menggunung di Pasar Merdeka Bogor, DLH Sebut Truk Pengangkut Sedang Diperbaiki

Sampah Menggunung di Pasar Merdeka Bogor, DLH Sebut Truk Pengangkut Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Waspada, Ini Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Waspada, Ini Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin dan Boraks

Megapolitan
Rampok Gasak 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ada Rolex, Audemars Piguet, dan Patek Philippe

Rampok Gasak 18 Jam Tangan Mewah di PIK 2, Ada Rolex, Audemars Piguet, dan Patek Philippe

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com