Keputusan Tarif MRT Rp 8.500 Per 10 Km Ada di Tangan Pemprov DKI

Kompas.com - 26/07/2018, 21:03 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono (rompi oranye) berkunjung ke proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMenteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono (rompi oranye) berkunjung ke proyek pengeboran terowongan untuk angkutan massal cepat (Mass Rapid Transit/MRT) di Stasiun Bunderan HI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018). Kunjungan Menlu Taro Kono ke Indonesia sekaligus menandai 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT (Mass Rapid Transit) telah melakukan survei willingness to pay atau kesediaan membayar dari masyarakat untuk tarif MRT sebesar Rp 8.500 per 10 kilometer.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, besaran tarif ini telah dikoordinasikan dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Untuk tarif memang nantinya keputusan ada di tangan Pemprov DKI Jakarta. Yang bisa kami berikan hasil survei dan direksi sudah berkomunikasi dengan Pemprov," tutur Agung di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

Ia menjelaskan, besaran tarif ini berdasarkan jarak. Misalnya, jarak dari Bundaran HI ke Lebak Bulus akan berbeda dengan Jarak Bundaran HI ke SCBD. Jadi, akan tergantung stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.

Baca juga: Tarif MRT Jakarta Diusulkan Rp 8.500 Per 10 Km

"Dan kami akan berlakukan berbasis jarak. Ada formulanya, ada tabelnya," jelasnya.

Diakui Agung, bahwa tarif yang relatif murah ini agar menarik masyarakat untuk naik MRT.

"Kalau orang pergi jarak dekat dari Bunderan HI ke SCBD kalau lebih murah dia akan tertarik naik MRT daripada naik taksi atau ojek online sekalipun," tandas Agung.

Pengerjaan MRT saat ini pada tahap penyelesaian fase I dan direncanakan akan melakukan tes integrasi persinyalan pertama di jalur utama pada 9 Agustus 2018.

Baca juga: MRT Jakarta Mulai Seleksi Ritel Area Komersial Stasiun



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Kampanye, Benyamin - Pilar Tawarkan Program Kota Lestari di Tangsel

Megapolitan
Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Beri Kelonggaran, Pemkot Bogor Izinkan Unit Usaha Beroperasi hingga Jam 21.00 WIB

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudinakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Dua Kelompok Bentrok di Ciledug, 16 Orang Ditangkap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 21 Kasus di Tangsel, 102 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Penampungan Sementara Pedagang Korban Kebakaran Pasar Cempaka Putih Segera Dibangun

Megapolitan
Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Wagub Ariza Sebut Warga Jakarta Semakin Patuh Protokol Kesehatan 2 Pekan Terakhir

Megapolitan
Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Jokowi Sebut Mini Lockdown Lebih Efektif, Wagub DKI: Sudah Kami Laksanakan

Megapolitan
6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

6 Pedagang Pasar Ciplak Setiabudi Positif Covid-19, Dua Orang Meninggal

Megapolitan
Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Pasien Isolasi Graha Wisata Ragunan hanya Bisa Beraktivitas di Kamar

Megapolitan
Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Kota Bogor Zona Merah, Pemkot Perpanjang Masa PSBMK

Megapolitan
Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Napi Cai Changpan Lubangi Kamar Tahanan dengan Sekop untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Update 29 September: 40 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 1.583 Kasus

Megapolitan
Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Wisma Jakarta Islamic Centre Bersiap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Terpidana Mati yang Kabur dari Lapas Tangerang Sempat Pulang ke Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X