Pakar: Penutupan Kali Item Bisa Sebabkan Ledakan

Kompas.com - 27/07/2018, 14:34 WIB
Petugas dari Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta memasang sejumlah lampu LED selang atau lampu hias  di Kali Item yang ditutup kain waring berwarna hitam di samping Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018). Lampu yang dipasang di Kali Item sama seperti lampu yang dipasang di pohon-pohon yang berada di kawasan Medan Merdeka dan di depan Istana Negara. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPetugas dari Dinas Penerangan dan Energi DKI Jakarta memasang sejumlah lampu LED selang atau lampu hias di Kali Item yang ditutup kain waring berwarna hitam di samping Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018). Lampu yang dipasang di Kali Item sama seperti lampu yang dipasang di pohon-pohon yang berada di kawasan Medan Merdeka dan di depan Istana Negara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar tata air dari Universitas Indonesia (UI), Firdaus Ali, mempertanyakan kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakarta yang menutup Kali Sentiong atau Kali Item dengan kain waring. Firdaus mengatakan, apa yang dilakukan Pemprov DKI sangat berbahaya karena bisa memicu ledakan yang disebabkan gas metana dari dalam Kali Item.

"Jadi gas metana bisa meledak. Ada percikan sedikit saja bisa meledak," kata Firdaus saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/7/2018).

Ia mengatakan, badan air yang ditutup bisa membuat ruang di Kali Item tidak teraliri oksigen. Hal itu akan menimbulkan dekomposisi material organik yang menghasilkan gas metana.

Menurut Firdaus, gas metan bisa timbul meskipun kain waring yang menutup kali tersebut berlubang-lubang. Soalnya, oksigen yang masuk masih terhambat.

Baca juga: Menpora Bilang Kain Waring Tak Efektif Hilangkan Bau di Kali Item, Ini Kata Sandiaga

"Walapun tipis, berlubang, kan oksigen enggak masuk ke dalam, oksigen terhambat. Walapun dia ada jaring-jaringnya, tetap mengubah kaidah alam," ujar Firdaus.

Firdaus mengatakan, selama 37 tahun berkutat di bidang tata air, baru kali ia melihat kebijakan seperti yang diambil Pemprov DKI.

"Sekarang saya enggak tahu apakah panik waktunya (Asian Games) mepet. Saya sudah 37 tahun malang melintang di dunia air, baru mendengar ada orang nutup kali," ujar Firdaus.

"Bau yang timbul indikator bahwa terbentuknya gas yang tidak dibolehkan, gas metana bisa terbakar. Kan banyak kejadian kali di luar negeri ditutup betom dan meledak gorong-gorongnya," tambah dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menutup Kali Item dengan kain waring demi mengurangi bau menyengat yang bersumber dari kali tersebut.

Kali Item yang berbau busuk itu melintas persis di samping Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, tempat para atlet Asian Games 2018 akan menginap. Bau kali itu dicemaskan akan mengganggu para atlet. Karena itulah Pemprov DKI berupaya menutupnya dengan kain waring.

"Sudah menahun di situ. Saya yang menginstruksikan memang, setelah saya berdiskusi dengan beberapa orang pakar, salah satu caranya adalah dengan mengurangi proses penguapan dari sungai itu. Penguapannya adalah dengan diberikan kain penutup," kata Anies di Balai Kota, Jumat lalu.

Baca juga: Sejak Zaman Soeharto Kali Item Sudah Kotor, Jangan Salahin yang Bikin Tempe



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Megapolitan
Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Megapolitan
Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Megapolitan
Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Megapolitan
Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Megapolitan
Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Megapolitan
Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Megapolitan
Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Megapolitan
Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Megapolitan
Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Berharap Segera Sembuh Covid-19

Megapolitan
Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 'Konsen': Bahaya jika Tak Diselesaikan

Selisih Data Terjadi Lagi, Depok Minta Satgas Covid-19 "Konsen": Bahaya jika Tak Diselesaikan

Megapolitan
Tak Lama Lagi Mobil 10 Tahun ke Atas Dilarang Melintas di Jalanan Jakarta, Simak Aturannya di Sini

Tak Lama Lagi Mobil 10 Tahun ke Atas Dilarang Melintas di Jalanan Jakarta, Simak Aturannya di Sini

Megapolitan
Pekan Depan, 2.100 Pedagang di Pasar dan Pusat Perbelanjaan Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19

Pekan Depan, 2.100 Pedagang di Pasar dan Pusat Perbelanjaan Kota Tangerang Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
Cap Go Meh di Bogor Tampilkan Pertunjukan Seni secara Online

Cap Go Meh di Bogor Tampilkan Pertunjukan Seni secara Online

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X