Bestari Buka-bukaan soal Mengapa Dulu Nasdem Dukung Hak Angket Ahok

Kompas.com - 17/08/2018, 06:10 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Bestari Barus (kiri), di Balai Kota, Kamis (19/3/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kanan) dan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Bestari Barus (kiri), di Balai Kota, Kamis (19/3/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai politik yang pertama kali mendukung Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada adalah Partai Nasdem. Padahal, partai ini dulunya terlibat aktif dalam hak angket terhadap Basuki atau Ahok di DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengungkapkan alasannya dalam peluncuran buku "Kebijakan Ahok" di Gedung Filateli, Kamis (16/8/2018).

"Saya akan cerita jujur kenapa memutuskan hak angket. Itu karena fraksi kami fraksi baru, dianggap oleh semua fraksi yang ada, kalau bukan Nasdem yang maju, ini barang bisa mental," ujar Bestari.

Adapun, hak angket pernah digulirkan DPRD DKI Jakarta pada 2015. Semua fraksi di DPRD DKI mendukung hak angket yang tujuan akhirnya membuktikan pelanggaran yang dilakukan Ahok. Ketika itu Ahok mengirimkan draft APBD yang tidak ditandatangani DPRD DKI ke Kemendagri.


Baca juga: Ahok Doakan Bestari Barus Jadi Gubernur

Namun, Bestari mengatakan hak angket itu bergulir karena Ahok keluar dari Partai Gerindra yang mengusungnya. Selain itu hubungan Ahok dengan anggota Dewan dari PDI-P juga tidak terlalu baik.

Namun, Gerindra atau PDI-P sama-sama tidak bisa menjadi inisiatornya. Hak angket akan terasa begitu politis jika diusulkan oleh Gerindra atau PDI-P.

Oleh karena itu, dipilihlah Partai Hanura dan Partai Nasdem yang saat itu tergolong baru masuk ke DPRD DKI Jakarta.

Baca juga: Ikut Blusukan, Bestari Barus Tunggu Ahok di Stasiun Tanah Abang

Namun, dukungan Nasdem terhadap hak angket hanya sementara saja. Bestari mengaku dihubungi oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang memerintahkan untuk mencabut dukungan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ketua fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus, dan Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis di Blok G, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2015). KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZA Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Ketua fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus, dan Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis di Blok G, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
"Pak Surya bilang Partai Nasdem ini mendukung pemerintah. Langsung siap salah, saya bilang," ujar dia.

Setelah itu, Partai Nasdem mencabut dukungannya dan tidak lagi mau terlibat hak angket. Bestari mengaku alasan lain yang membuatnya mendukung hak angket waktu itu adalah karena belum terlalu mengenal Ahok.

Lama kelamaan Bestari menyadari. Untuk apa partainya ikut hak angket hanya karena Ahok keluar dari Gerindra. Setelah itu Bestari lebih sering berkomunikasi dengan Ahok.

Baca juga: Ketua DPRD Anggap Ada Kongkalikong antara Ahok dan Bestari Barus

"Saya belajar tentang Ahok sedikit demi sedikit. Ahok itu sangat santun khususnya kalau lagi berdua," kata dia.

Setelah mengenal lebih dekat, Bestari pun menjadi lebih memahami jalan pemikiran Ahok, yang kini tertuang dalam buku yang baru diluncurkan, "Kebijakan Ahok".

Buku itu ditulis oleh Ahok dari dalam penjara. Di sana tertuang cerita Ahok dalam merumuskan kebijakan-kebijakannya selama di Jakarta.

Baca juga: Pujian Ahok kepada Bestari Barus...

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Megapolitan
Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Megapolitan
Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Megapolitan
4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Megapolitan
Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Megapolitan
Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Megapolitan
Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Megapolitan
Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Megapolitan
Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Megapolitan
27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X