Pembobol Kartu Kredit Telepon Korban dengan "Fake Caller" agar Disangka Pihak Bank

Kompas.com - 07/09/2018, 21:04 WIB
Ilustrasi keamanan data dok Fintech.idIlustrasi keamanan data

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pembobol kartu kredit yang ditangkap jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggunakan aplikasi fake caller untuk menghubungi para korbannya.

Panit 2 Unit 2 Jatanras Polda Metro Jaya AKP Abdul Rohim mengatakan, dengan aplikasi tersebut para tersangka dapat menelepon para korban dengan nomor seolah-olah customer service (CS) bank tertentu.

"Jadi nanti korban itu terima panggilannya udah nama bank yang bersangkutan. Jadi ini yang membuat para korban percaya itu adalah nomor resmi dari bank dan mau mengikuti petunjuk tersangka," kata Abdul di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/9/2018).

Abdul melanjutkan, aplikasi itu dapat di-download dengan mudah oleh siapa saja. Hanya saja aplikasi itu saat ini telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia.

Baca juga: Polisi Bongkar Kasus Jual-Beli Database Nasabah Kartu Kredit dan Debit

Namun pelaku menggunakan kode virtual private network (VPN) tertentu sehingga aplikasi tersebut tetap dapat digunakan.

Abdul mengatakan, Fit (37) yang merupakan residivis kasus serupa adalah otak kasus kriminal itu. Ia bersama putra kandungnya, Enos (19) membeli database nasabah dari tersangka berinisial R (DPO).

"Jadi dari database tersebut Enos ini bertugas menelepon nasabah dengan fake caller itu dan meminta kode expired kartu dan kode CVV dan menanyakan kepada nasabah apakah betul nasabah telah melakukan transaksi tertentu yang sebetulnya tidak pernah ada," kata Abdul.

Para korban yang merasa tak melakukan transaksi itu kemudian diminta membatalkan transaksi dengan dalih menjaga keamanan kartu kredit nasabah.

"Nasabah kan merasa kartu kreditnya sedang dilindungi bank kan. Nah untuk membatalkan transaksi yang tidak dilakukan oleh korban, maka korban diminta menyebutkan kode OTP yang ada pada SMS yang masuk ke handphone korban," papar dia.

Dengan kode OTP itulah para tersangka dapat menggunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi dan nantinya biaya transaksi akan ditagihkan kepada korban yang merupakan pemilik kartu kredit.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, sebanyak 6 tersangka telah ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah Enos (19), Eldin (21), Fit (37), Brs (42), Frans (31), dan Bedu (42).

Ade mengatakan, para tersangka tinggal dan ditangkap di Kecamatan Turi Selatan, Palembang, Sumatra Selatan. Namun kasus itu ditangani Polda Metro Jaya karena para korban yang telah melapor berasal dari Jakarta.

"Para tersangka akan dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau 362 KUHP ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara," sebut Ade.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Minta Pusat Ambil Alih Penangangan Covid-19 di Jabodetabek: Didukung Depok-Tangsel, Dipertanyakan Bogor

Anies Minta Pusat Ambil Alih Penangangan Covid-19 di Jabodetabek: Didukung Depok-Tangsel, Dipertanyakan Bogor

Megapolitan
Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

Upaya Pemkot Tangsel agar Lepas dari Ancaman Kolapsnya RS Covid-19

Megapolitan
Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Kerumunan Klub Motor di Flyover Rasuna Said Sempat Tutup Dua Lajur Jalan

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Kasus Covid-19 Meningkat di DKI, Ombudsman: Terlalu Dini Menilai Efektivitas Perda Covid-19

Megapolitan
BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

BMKG: Hujan Ringan di Sebagian Wilayah Jabodetabek pada Minggu Pagi

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Kerumunan di Flyover Rasuna Said, Polisi Amankan Sejumlah Motor, termasuk Vespa Gembel

Megapolitan
Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Kerumunan di Flyover Rasuna Said Dibubarkan Polisi, Pengendara Motor Kocar-kacir

Megapolitan
Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Polsek Tanjung Priok Tangkap Empat Orang Spesialis Curanmor

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

UPDATE 23 Januari: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Hampir Tembus 5.000 Orang

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Polres Jakarta Barat Tangkap Kurir Sabu-sabu di Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 23 Januari: Ada 3.285 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X