Diduga Serang Polisi dan Suporter Persikota, 14 Orang Ditangkap Aparat

Kompas.com - 21/09/2018, 19:48 WIB
Polres Metro Kota Tangerang mengungkap aski penyerangan anggota geng terhadap anggota polisi dan suporter Persikota pada Sabtu (8/9/2018) di Jalan Hos Cokroaminoto, Larangan, Tangerang Kota sekitar pukul 02.00 WIB. KOMPAS.com/ RIMA WAHYUNINGRUMPolres Metro Kota Tangerang mengungkap aski penyerangan anggota geng terhadap anggota polisi dan suporter Persikota pada Sabtu (8/9/2018) di Jalan Hos Cokroaminoto, Larangan, Tangerang Kota sekitar pukul 02.00 WIB.

TANGERANG, KOMPAS.com - Polisi menangkap 14 anggota geng "blossom" dan "kampung bahagia" yang terlibat dalam penyerangan terhadap polisi dari Polsek Ciledug dan suporter klub sepak bola Persikota pada Sabtu (8/9/2018) di Jalan Hos Cokroaminoto, Larangan, Tangerang Kota sekitar pukul 02.00 WIB.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Harry Kurniawan mengatakan, saat itu polisi tengah mengawal suporter usai pertandingan Persikota di kawasan Jakarta Selatan untuk kembali ke Tangerang.

"Awalnya geng ini ingin menyerang suporter Persikota, karena suporter tersebut diamankan petugas, jadi (petugas) terkena dampak. Memang petugas kami kalah banyak, ada sekitar 10 (orang) dan geng tersebut sekitar 50-an (orang)," kata Harry di Mapolres Metro Tangerang, Jumat (21/9/2018).

Baca juga: Suporter Bola Tawuran di Jalan Ciledug Raya

Polisi mendapati identitas 14 orang tersangka yang ditangkap secara berkala sejak 10-16 September 2018 yaitu AS (19), AM (27), AB (21), DA (19), AT (19), RD (18), AA (23), BP (18), AL (37), FA (24), AF (23), AR (19), PO (22) dan FR (18).

Identitas mereka terungkap melalui rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi yang kemudian diamankan di Mapolres Metro Kota Tangerang.

Sementara itu, puluhan pelaku lainnya masih dalam pengejaran, termasuk warga atas nama Oleng yang diduga sebagai pelaku utama dan provokator melalui grup WhatsApp.

Dalam penyerangan tersebut, anggota polisi dan suporter yang diserang tidak mengalami luka serius tetapi beberapa kendaraan dinas menjadi sasaran pelaku.

"Kerugian yang kami dapatkan pertama adalah salah satu motor kendaraan dinas kami rusak dan satu kendaraan unit satbinmas yang mengawal suporter Persikota dirusak. Kemudian kaca sampingnya rusak," kata Harry.

Baca juga: SD di Bekasi Pulangkan Siswanya karena Sisa Gas Air Mata Kericuhan Suporter Sepak Bola

Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor dinas Kawasaki CLX dan 1 unit mobil Daihatsu Grand Max Polsek Ciledug.

Ada pula alat kejahatan yaitu 2 bilah kelawang, 3 bilah golok, 3 batang bambu, 4 batang kayu dan 5 buah batu.

Para pelaku dikenakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan di hadapan umum dan Undang-Undang ITE Pasal 45 tentang menghasut melalui dunia maya ataupun media sosial. Mereka terancam pidana 7 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

Pandemi Corona Belum Usai, Pembatasan Bus Transjakarta Diperpanjang hingga 19 April

Megapolitan
Cegah Covid-19, Terminal Pondok Cabe Periksa Suhu Tubuh Penumpang Bus

Cegah Covid-19, Terminal Pondok Cabe Periksa Suhu Tubuh Penumpang Bus

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Penumpang yang Mudik ke Madura di Terminal Pondok Cabe Mendominasi

Pandemi Covid-19, Penumpang yang Mudik ke Madura di Terminal Pondok Cabe Mendominasi

Megapolitan
Bima Arya Tunggu Hasil Swab Kedua untuk Dinyatakan Sembuh Covid-19

Bima Arya Tunggu Hasil Swab Kedua untuk Dinyatakan Sembuh Covid-19

Megapolitan
Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

Megapolitan
Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

Megapolitan
[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

[HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

Megapolitan
Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

Megapolitan
Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

Megapolitan
Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

Megapolitan
Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun sejak Awal Tahun

Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun sejak Awal Tahun

Megapolitan
RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

Megapolitan
Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X