Pembangunan Skybridge Tanah Abang Sempat Terhenti karena Diduduki PKL - Kompas.com

Pembangunan Skybridge Tanah Abang Sempat Terhenti karena Diduduki PKL

Kompas.com - 12/10/2018, 13:58 WIB
Pengamatan Kompas.com di lokasi pembangunan skybridge, Kamis (11/10/2018) siang, pemasangan tiang-tiang baja sebagai penyangga dan rangka atap telah rampung. KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Pengamatan Kompas.com di lokasi pembangunan skybridge, Kamis (11/10/2018) siang, pemasangan tiang-tiang baja sebagai penyangga dan rangka atap telah rampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, mundurnya target peresmian Skybridge Tanah Abang dikarenakan proyek pembangunan jembatan multiguna itu sempat terhenti selama tiga hari.

Hal itu terjadi karena belasan pedagang kaki lima ( PKL) membuka lapak di sekitar lokasi proyek. Bahkan, PKL menduduki alat berat yang digunakan.

"Sempat tiga hari enggak bekerja karena crane diduduki pedagang. Bagaimana crane-nya maju?" ujar Irwandi saat dihubungi Kompas. com, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: 372 PKL Jatibaru Ikut Undian Lapak di Skybridge Tanah Abang

Awalnya, Pemprov DKI menargetkan Skybridge Tanah Abang rampung dan mulai dapat digunakan pada 15 Oktober. Namun, akhirnya peresmian diundur hingga 30 Oktober.

Irwandi mengatakan, kejadian itu tidak langsung dilaporkan oleh pihak kontraktor kepada Pemkot Jakarta Pusat.

Setelah mendapat informasi, Pemkot Jakarta Pusat mengerahkan petugas satpol PP untuk menertibkan para PKL.

"Sempat tiga hari berhenti enggak ngomong. Akhirnya kami sapu. Mereka tidak telepon saya, kalau tidak saya langsung luncur," ujar Irwandi.

Baca juga: Melihat Perkembangan Pembangunan Skybridge Tanah Abang...

Guna mempercepat pengerjaan Skybridge Tanah Abang, Pemprov DKI Jakarta meminta PKL Jatibaru untuk tidak berjualan hingga jembatan multiguna itu selesai dibangun.

Namun, Pemprov DKI tidak menyediakan lokasi relokasi karena keterbatasan lahan.

Terkait permintaan itu, sebagian besar PKL menyetujui permintaan itu, tetapi ada juga yang menyesalkan mengapa tidak ada lokasi relokasi bagi mereka.


Terkini Lainnya

Langgar Perjanjian, 16 Truk Sampah DKI Dihentikan Dishub Kota Bekasi

Langgar Perjanjian, 16 Truk Sampah DKI Dihentikan Dishub Kota Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Melihat Lubang Bekas Peluru di Ruang Kerja Anggota DPR

BERITA FOTO: Melihat Lubang Bekas Peluru di Ruang Kerja Anggota DPR

Nasional
3 Fakta Kunjungan Ketua KPK di Magetan, Makna Indonesia Raya 3 Stanza hingga Hadiah bagi Pelapor

3 Fakta Kunjungan Ketua KPK di Magetan, Makna Indonesia Raya 3 Stanza hingga Hadiah bagi Pelapor

Regional
Pemprov DKI Tambah 50 Unit Sepeda 'Bike Sharing' di Monas

Pemprov DKI Tambah 50 Unit Sepeda "Bike Sharing" di Monas

Megapolitan
Anak Yatim Piatu Korban Gempa Palu Menuai Simpati, WNI di Singapura Ingin Mengadosi

Anak Yatim Piatu Korban Gempa Palu Menuai Simpati, WNI di Singapura Ingin Mengadosi

Regional
Gandakan Uang seperti Dimas Kanjeng, Pemuda di Surabaya Ditangkap

Gandakan Uang seperti Dimas Kanjeng, Pemuda di Surabaya Ditangkap

Regional
Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Rusun KS Tubun untuk Warga Berpenghasilan Rendah, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Di Jalur Sarangan, 4 Kecelakaan Berujung Maut Terjadi dalam Sebulan

Regional
Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Ruangannya Kena Peluru Nyasar, Politisi PAN Minta Polisi Usut Tuntas

Nasional
Penataan Jalan Pangeran Antasari, 'U-turn' Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Penataan Jalan Pangeran Antasari, "U-turn" Ditutup dan Jalan Dilebarkan

Megapolitan
Musim Kering, Waduk dan Situ di Jawa Barat Hentikan Pengairan Sawah

Musim Kering, Waduk dan Situ di Jawa Barat Hentikan Pengairan Sawah

Regional
Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Hewan Misterius Kembali Serang Kambing Warga

Regional
Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Perum PPD Klaim Kantongi Sertifikat Kepemilikan Tanah di Kebon Sayur Ciracas

Megapolitan
Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Pembunuh Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Penjara Seumur Hidup

Regional
Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Risma: Saya Sudah Surati Presiden Jokowi, tetapi Belum Ada Tanggapan...

Regional
Close Ads X