Misteri Pembakaran Kantor Polsek Ciracas

Kompas.com - 17/12/2018, 07:52 WIB
Sisa-sisa pengrusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur mulai dibersihkan, Rabu (12/12/2018)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Sisa-sisa pengrusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur mulai dibersihkan, Rabu (12/12/2018)


ARAH penyelidikan perusakan Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur, semakin terang. Ada dua kelompok massa dalam dua waktu berbeda. Siapa mereka?

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz di lokasi kejadian pascaperusakan kantor Polsek Ciracas mengungkapkan, massa perusak yang datang di malam hari itu mencari pemukul rekannya.

Peristiwa pemukulan yang dimaksud terjadi sehari sebelumnya. Seorang perwira TNI AL Kapten Komaruddin dikeroyok sejumlah juru parkir di areal ruko Arundina di Jl Raya Lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur.


"Kita tidak tahu massa dari mana. Itu massa yang kurang puas atas penanganan kasus yang terjadi sehari sebelumnya. Kemudian, dampak dari ketidakpuasan itu, sebagian massa itu, yang kurang-lebih 200 (orang), merangsek masuk untuk mengecek apakah benar tahanan yang memukul rekan mereka sudah ditahan,” kata Idham Rabu dini hari di lokasi kejadian Polsek Ciracas. 

Baca juga: Amukan Massa di Polsek Ciracas Diduga Terkait Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir

Sebelum perusakan, massa sudah ditemui Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar hingga Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra.

Saat itu, kepada massa, Kapolsek hingga Kapolres telah memberikan penjelasan.  Meski demikian, menurut Kapolda, massa yang tidak puas lalu melakukan tindakan anarkistis.

Tercatat 8 kendaraan, di antaranya 7 mobil patroli, dan 1 motor dirusak. Selain itu, saya melihat sendiri ada sebagian bangunan Polsek Ciracas yang dibakar, masih ada sisa-sisa pembakaran yang masih diperbaiki di sana dua hari pascakejadian. 

Tak kurang sejumlah anggota Polsek menjadi korban, termasuk Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar. Sempat dirawat dua hari di RS Polri Kramat Jati, Kapolsek kini telah bertugas kembali. 

Saat ditanya ada-tidaknya kaitan peristiwa ini dengan kejadian cekcok anggota TNI dengan juru parkir di Ciracas, Kapolda menyatakan masih mendalaminya.

"Kemungkinan analisisnya ke sana, tapi beri saya waktu untuk teman-teman Krimum (Direktorat Kriminal Umum) dan Kapolres bekerja. Kalau ada perkembangan yang sudah didapat, saya sampaikan," tambah Kapolda.

Penelusuran eksklusif AIMAN

Saya melakukan penelusuran terkait hal ini. Bukan hanya soal perusakan polres, tetapi juga saya bergegas ke tempat kejadian perkara (TKP) tempat juru parkir berada.

Saya mulai mengamati di lokasi TKP. Saya datang ke situ tiga hari pasca-kejadian. Tak ada satu pun juru parkir yang bisa saya temui.

Saya mencari ke sana ke sini, tak ada pula satu pun saksi yang bisa saya wawancarai. Mereka ketakutan. Tak ada yang mau bercerita.

Yang menarik saat saya tanyakan, "Takut akan hal apa?"

Sejumlah pedagang menjawab sama, "Takut juru parkir yang berada di sini!"

"Lho, memang juru parkir ini preman yang menakutkan?”

“Betul mereka sering berulah, minum-minuman keras di sini, dan bayar kurang dari seharusnya."

Mungkin inilah alasannya kenapa pada saat pengeroyokan tak ada satu pun warga yang melerai. Padahal, lokasi pengeroyokan terjadi di pertigaan yang ramai.

Ternyata mereka khawatir karena para juru parkir tinggal sangat dekat dengan kompleks ruko ini.

Dua kelompok perusak Kantor Polsek

Saya bergegas menuju Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Sama saja, tak ada saksi mata yang mau bercerita.

Sampai akhirnya saya bertemu seorang ibu yang berdagang dekat Kantor Polsek.  Ia bersedia bercerita tentang peristiwa yang dilihatnya.

Dalam tayangan eksklusif AIMAN di KompasTV, Senin (17/12/2018) pukul 20.00 WIB malam ini, terpaksa saya menyamarkan identitasnya.

Keterangan yang saya peroleh dari Ibu ini dan beberapa saksi mata, ada dua kelompok massa yang mendatangi Polsek Ciracas.

Pertama datang sekitar pukul 20.00 malam, lalu kedua datang menjelang tengah malam. Massa kelompok kedua lebih banyak dari kelompok pertama. Kelompok kedua yang merusak Kantor Polsek Ciracas.

Sementara kelompok pertama yang sempat datang berseru, "Mari kita ke TKP!". Mereka kemudian pergi hingga datanglah kelompok kedua.

Perintah komandan mengecek prajurit

Apakah kelompok pertama dan kedua adalah kelompok yang sama atau berbeda? Polisi masih menyelidiki.

Saat saya tanyakan kepada Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi, apakah ada indikasi penyerang adalah anggota TNI?

“Sejauh ini keterlibatan anggota TNI nihil,” jawab Kristomei.

Menurut dia, pimpinan di seluruh kesatuan di TNI telah meminta para komandan untuk mengecek di mana posisi prajuritnya saat kejadian perusakan berlangsung. Hasilnya, semua prajurit berada di bawah kendali atasannya kala itu.

Meski demikian, Kristomei menjelaskan, saat ini seluruh matra TNI tengah membentuk tim penyelidik untuk memastikan kebenaran dari pengecekan komandan kepada prajuritnya. Jika ditemukan kebohongan atau pelanggaran, sanksi menanti.

Kristomei meminta agar masyarakat jangan cepat menuduh TNI yang berada di balik perusakan Kantor Polsek Ciracas.  

Ia menegaskan, seluruh penyelidikan dan investigasi yang dilakukan TNI berlangsung jujur dan dan transparan.

Bagaimana perkembangan selanjutnya, kita tunggu!

Tapi kita selayaknya menyadari, menuntut keadilan adalah sebuah kewajiban karena keadilan adalah hak dasar dari manusia yang diberikan Tuhan. Tapi penuntut keadilan tak boleh bergerak serampangan karena keadilan diberikan Tuhan di dunia untuk kemanusiaan.

Saya Aiman Witjaksono...

Salam! 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Megapolitan
Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Megapolitan
Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Megapolitan
Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Megapolitan
Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Megapolitan
Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Megapolitan
Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Megapolitan
Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Megapolitan
Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Megapolitan
Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Megapolitan
Close Ads X