Pemkot Bekasi Luncurkan Pembuatan Kartu Identitas Anak

Kompas.com - 17/12/2018, 14:13 WIB
Wali Kota Bekasi menunjukkan contoh Kartu Identitas Anak (KIA) yang pelayanan pembuatannya baru diluncurkan hari ini Senin, (17/12/2018). Dokumentasi Humas Pemkot BekasiWali Kota Bekasi menunjukkan contoh Kartu Identitas Anak (KIA) yang pelayanan pembuatannya baru diluncurkan hari ini Senin, (17/12/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meluncurkan program Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Tanda Kependudukan (KTP) anak pada Senin (17/12/2018).

Kartu tersebut untuk anak usia di bawah 17 tahun dan belum menikah.


Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, warga sudah bisa membuat KIA untuk anaknya mulai hari ini di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi.

Baca juga: Di Jakpus, Pembuatan Kartu Identitas Anak Akan Bisa Dilayani di RPTRA


Untuk membuat KIA, warga cukup membawa E-KTP kedua orang tua, Akta lahir Anak, Kartu Keluarga yang telah tercantum nama anak dan foto ukuran 2x3 anak atau bisa foto di Kecamatan masing masing wilayah.

"Mudah mudahan ini bisa memaksimalkan peran Pemkot. Kartu ini fungsinya sebenarnya sudah masuk dengan data NIK yang ada. Tapi kita split lagi menjadi KIA. Mungkin nanti ada 200-300 ribu yang akan dicetak, tapi kita kan bertahap," kata Rahmat di Kantor Wali Kota Bekasi, Senin.

Adapun di dalam kartu tersebut, tertera data anak dan tidak beda dengan E-KTP saat ini. Hanya saja di dalam kartu di tambahkan nama orangtua anak tersebut.

Baca juga: Pemegang Kartu Identitas Anak di Solo Dapat Diskon Belanja

KIA ini wajib dimiliki oleh setiap anak dengan tujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik, serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

KIA yang akan diberikan dan diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama untuk anak yang berusia 0 sampai dengan 5 tahun.


Sementara itu, jenis yang kedua untuk anak yang berusia 5 sampai dengan 17 tahun.

Rahmat menegaskan, agar setiap anak membuat kartu tersebut. Hal itu agar anak bisa melegalitaskan identitasnya yang tercatat di Disdukcapil Kota Bekasi. 

"Saya berharap dan menganjurkan agar para orang tua segera membuat kartu legalitas anaknya, agar terdaftar sebagai warga negara Indonesia, selain akta lahir sebagai pedoman si anak," ujar Rahmat.

Diketahui, sejak tahun 2016 seluruh anak wajib memiliki KTP dalam bentuk Kartu Identitas Anak (KIA).

Segala ketentuan dan kebijakan mengenai KIA ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara Membaik Pasca-perluasan Ganjil Genap

Megapolitan
Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Hari Kedua Pemutihan Sanksi Pajak, Samsat Jakpus Masih Sepi Antrean

Megapolitan
Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Cegah Pemalsuan KIR, Pemprov DKI Digitalisasi Sistem Pengujian Kendaraan

Megapolitan
Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Tanpa Tunggu Aduan, Polisi Segel Industri Peleburan Aluminium di Cilincing yang Resahkan Warga

Megapolitan
Waduk Pondok Ranggon Dikeruk

Waduk Pondok Ranggon Dikeruk

Megapolitan
Sambil Menangis, Sopir Minta Maaf kepada Polisi yang Naik ke Kap Mobilnya

Sambil Menangis, Sopir Minta Maaf kepada Polisi yang Naik ke Kap Mobilnya

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan, Tiga Waduk di Jakarta Timur Diperdalam

Antisipasi Musim Hujan, Tiga Waduk di Jakarta Timur Diperdalam

Megapolitan
Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Sekelompok Mahasiswa Bawa Tikus ke Gedung KPK

Tolak Pengesahan Revisi UU KPK, Sekelompok Mahasiswa Bawa Tikus ke Gedung KPK

Megapolitan
Polusi Udara di Cilincing, Siswa SMK Dilibatkan untuk Pasang Filter di Sekolah

Polusi Udara di Cilincing, Siswa SMK Dilibatkan untuk Pasang Filter di Sekolah

Megapolitan
Begini Penjelasan Pemerintah soal Ketiadaan Meja dan Kursi di SDN Jatimulya 09 Bekasi

Begini Penjelasan Pemerintah soal Ketiadaan Meja dan Kursi di SDN Jatimulya 09 Bekasi

Megapolitan
Ikuti Instruksi Anies, Sudisdik Wilayah II Jakut Kebut Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi

Ikuti Instruksi Anies, Sudisdik Wilayah II Jakut Kebut Pemasangan Filter di SDN Cilincing 07 Pagi

Megapolitan
Pemprov DKI Potong Tunggakan Pajak, Samsat Jakbar Bakal Buka Ruang Tambahan

Pemprov DKI Potong Tunggakan Pajak, Samsat Jakbar Bakal Buka Ruang Tambahan

Megapolitan
Ini Komisi yang Ingin Ditempati Putra Bamsoet hingga Kakak Nia Ramadhani di DPRD DKI

Ini Komisi yang Ingin Ditempati Putra Bamsoet hingga Kakak Nia Ramadhani di DPRD DKI

Megapolitan
Industri Peleburan Alumunium Disegel, Pihak SD di Cilincing Merasa Udara Lebih Baik

Industri Peleburan Alumunium Disegel, Pihak SD di Cilincing Merasa Udara Lebih Baik

Megapolitan
Pendiri Kaskus Andrew Darwis Bantah Terlibat Pinjaman Uang

Pendiri Kaskus Andrew Darwis Bantah Terlibat Pinjaman Uang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X