Sistem Ganjil-Genap di Jakarta Diusulkan Dilanjutkan Tahun 2019

Kompas.com - 18/12/2018, 15:57 WIB
Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APetugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil-genap.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan kendaraan bermotor sistem ganjil-genap diusulkan kembali dilanjutkan hingga tahun depan.

Adapun kebijakan ini merupakan perpanjangan dari kebijakan sistem ganjil-genap yang diterapkan saat Asian Games 2018 berlangsung. Perpanjangan ini dimulai sejak tanggal 15 Oktober dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 lewat Pergub 15 Oktober sampai dengan 31 Desember 2018 lewat Pergub 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

"Hasil Focus Group Discussion (FGD) menyimpulkan, pembatasan lalu lintas dengan skema ganjil-genap supaya diteruskan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Selasa (18/12/2018).

Ia mengatakan, FGD mengenai sistem ganjil genap ini dilaksanakan di Kantor Dinas Perumahan Rakyat Provinsi DKI Jakarta yang melibatkan berbagai stakeholder yang bertanggungjawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.


Baca juga: Penilangan bagi Pelanggar Ganjil-Genap di Tambun Dimulai 17 Desember

"Waktunya (penerapan ganjil-genap) dari pukul 06.00 sampai dengan 21.00 WIB (15 jam) Senin sampai dengan Jumat. Sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan hari libur Nasional tidak berlaku," tuturnya.

Meski demikian, Budiyanto belum menjelaskan lebih detail mengenai alasan pihaknya mengusulkan kebijakan ganjil-genap diberlakukan selama 15 jam dalam sehari.

Menurutnya, jika disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sistem ini akan disinergikan dengan sistem tilang elektronik sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE.

Menurut Budiyanto, program ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

Dalam FGD ini juga diusulkan kendaraan bermotor roda dua dilakukan pembatasan. Meski demikian, Budiyanto belum menjelaskan lebih detail terkait pembatasan yang dimaksud.

"Dan untuk menghilangkan kesan diskrimintatif, sepeda motor perlu diatur atau dikendalikan," tuturnya.

Menurutnya, sejumlah usulan ini akan disusun menjadi sebuah laporan yang akan dilayangkan kepada Gubernur untuk kemudian dimintakan persetujuan.

"Keputusan terakhir ada pada Gubernur," pungkasnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revisi UU KPK Disahkan, Para Pegawai KPK Kibarkan Bendera Kuning

Revisi UU KPK Disahkan, Para Pegawai KPK Kibarkan Bendera Kuning

Megapolitan
Sopir Angkat Telepon Saat Menyetir, Mobil Terperosok ke Selokan

Sopir Angkat Telepon Saat Menyetir, Mobil Terperosok ke Selokan

Megapolitan
Polisi Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta yang Dikemas Dalam Sepatu

Polisi Ungkap Jaringan Peredaran Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta yang Dikemas Dalam Sepatu

Megapolitan
Peras Pembeli Narkoba hingga Rp 500 Juta, Tiga Pegawai BNN Gadungan Ditangkap

Peras Pembeli Narkoba hingga Rp 500 Juta, Tiga Pegawai BNN Gadungan Ditangkap

Megapolitan
Yusrianto Bawa Gerobak Motor Berisi Galon Saat Serahkan Formulir Calon Wali Kota Tangsel

Yusrianto Bawa Gerobak Motor Berisi Galon Saat Serahkan Formulir Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Warga Mengeluhkan Proyek Waduk Cimanggis

Warga Mengeluhkan Proyek Waduk Cimanggis

Megapolitan
Blokir Rekening Diberlakukan bagi Penunggak Pajak di Atas Rp 100 Juta

Blokir Rekening Diberlakukan bagi Penunggak Pajak di Atas Rp 100 Juta

Megapolitan
Kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih, Para Pencari Suaka Merasa Dibohongi UNHCR

Kembali Tinggal di Trotoar Kebon Sirih, Para Pencari Suaka Merasa Dibohongi UNHCR

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Minta Blokir Rekening Penunggak Pajak, Begini Mekanismenya

Pemprov DKI Bakal Minta Blokir Rekening Penunggak Pajak, Begini Mekanismenya

Megapolitan
Pembangunan Waduk Cimanggis Diharapkan Selesai Sebelum Musim Hujan

Pembangunan Waduk Cimanggis Diharapkan Selesai Sebelum Musim Hujan

Megapolitan
Diduga Sakit, Tunawisma Ditemukan Meninggal di Rel Kereta di Bekasi

Diduga Sakit, Tunawisma Ditemukan Meninggal di Rel Kereta di Bekasi

Megapolitan
Spanduk Nyeleneh yang Warnai Pertandingan Persija Vs PSIS Disebut sebagai Bentuk Kritik

Spanduk Nyeleneh yang Warnai Pertandingan Persija Vs PSIS Disebut sebagai Bentuk Kritik

Megapolitan
Walhi Nilai Pemprov DKI Lemah dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

Walhi Nilai Pemprov DKI Lemah dalam Perlindungan Lingkungan Hidup

Megapolitan
2,2 Juta Kendaraan di Jakarta Tunggak Pajak, Polisi Lakukan Razia dan Sosialisasi

2,2 Juta Kendaraan di Jakarta Tunggak Pajak, Polisi Lakukan Razia dan Sosialisasi

Megapolitan
Marak Kasus Pencabulan Anak di Bekasi, Orangtua Diimbau Ajari Anak Kenali Bagian Pribadi

Marak Kasus Pencabulan Anak di Bekasi, Orangtua Diimbau Ajari Anak Kenali Bagian Pribadi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X