Pemprov DKI: Tempat Makan dan Bangunan di Pulau Reklamasi Belum Bayar Pajak

Kompas.com - 23/01/2019, 20:55 WIB
Suasama area kuliner Food Street di Pulau D Reklamasi atau kawasan Pantai Maju, Rabu (23/1/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasama area kuliner Food Street di Pulau D Reklamasi atau kawasan Pantai Maju, Rabu (23/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Kepala Badan Pajak dan Retribusi (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin mengatakan, tempat makan dan bangunan di Pantai Kita atau Pulau D hasil reklamasi di Jakarta Utara belum membayar pajak.

Semua tempat usaha yang saat ini beroperasi di sana disebutnya belum memiliki nomor obyek pajak (NOP).

"Belum ada sama sekali. Kita sesuai dengan arahan Pak Gubernur izinnya dulu. Setelah izinnya semua clear, itu ditata dengan bagus, baru mereka mengajukan," kata Faisal di kantornya, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Faisal mengatakan, dengan tak adanya izin, tempat usaha dan bangunan itu tak dapat NOP.

Tanpa NOP, BPRD tak bisa menagih pajak ke pemilik bangunan.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Periksa Aktivitas di Kawasan Reklamasi

Kendati demikian, Faisal mengatakan, jika nanti mereka memperoleh izin dan NOP, pihaknya akan menagih pajak terhitung sejak mereka beroperasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pajak itu bisa ditarik mundur ketetapannya, misalnya dia sudah beroperasi lima tahun, ya kita tarik lima tahun. Jadi tidak ada yang dirugikan," ujar dia.

Soal izin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tengah meminta jajarannya untuk melakukan pemeriksaan.

Anies memastikan akan memberi sanksi kepada pengelola tempat usaha di pulau reklamasi yang tidak berizin.

"Kalau ada yang ada tanpa izin pasti akan kita berikan sanksi," kata Anies.

Aktivitas bisnis di kawasan Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi D mulai terlihat.

Hal itu ditandai dengan dibukanya area Food Street yang berada di jalan utama pulau.

Area Food Street itu pernah disegel Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Juni 2018.

Area yang diisi sekira 25 kios yang menjual beraneka makanan dan minuman itu disebut telah beroperasi sejak akhir Desember 2018 dan ramai dikunjungi warga pada malam hari.

Pengamatan Kompas.com pada Selasa siang, terdapat kerat-kerat minuman keras yang disimpan di luar serta adanya sebuah akuarium berisi ikan hidup yang dimiliki sebuah gerai makanan laut.

Fasilitas pendukung seperti toilet juga sudah bisa digunakan.

Bangku-bangku sudah tersusun rapi di sebuah koridor yang dibatasi gerai-gerai makanan.

Sebuah panggung hiburan juga berdiri di tengah-tengah area Food Street.

Baca juga: Anies Enggan Komentari Beroperasinya Food Street di Pulau Reklamasi

Selain bisnis kuliner yang tampak mulai menggeliat, aktivitas pembangunan di pulau itu juga terlihat berlanjut.

Sayup-sayup terdengar bunyi dentuman mesin paku bumi yang beroperasi dari kejauhan.

Sementara itu, papan segel yang tadinya terpasang di sejumlah bangunan juga sudah tidak ada.

Baliho-baliho besar yang mempromosikan properti di Pulau D terpampang sudut-sudut jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disidak, 3 Gedung Kantor di Menteng Belum Punya Sumur Resapan

Disidak, 3 Gedung Kantor di Menteng Belum Punya Sumur Resapan

Megapolitan
LBH Jakarta: Anies Pakai Pergub yang Dibuat Ahok untuk Legalkan Penggusuran

LBH Jakarta: Anies Pakai Pergub yang Dibuat Ahok untuk Legalkan Penggusuran

Megapolitan
Crane Terguling di Depok, Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Crane Terguling di Depok, Ada Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Megapolitan
Sopir Taksi Online yang Terlibat Tabrak Lari Perempuan di Tol Sedyatmo Jadi Tersangka

Sopir Taksi Online yang Terlibat Tabrak Lari Perempuan di Tol Sedyatmo Jadi Tersangka

Megapolitan
Kelebihan Muatan hingga Rem Blong, Truk Trailer Kecelakaan di Penjaringan

Kelebihan Muatan hingga Rem Blong, Truk Trailer Kecelakaan di Penjaringan

Megapolitan
Kronologi Tewasnya 6 Laskar FPI Versi Jaksa

Kronologi Tewasnya 6 Laskar FPI Versi Jaksa

Megapolitan
Peredaran 1,73 Ton Ganja Terbongkar, Polisi Sebut Jakarta Pasar yang Menjanjikan

Peredaran 1,73 Ton Ganja Terbongkar, Polisi Sebut Jakarta Pasar yang Menjanjikan

Megapolitan
LBH Jakarta: Pencabutan Izin Reklamasi oleh Anies hanya Gimik Belaka

LBH Jakarta: Pencabutan Izin Reklamasi oleh Anies hanya Gimik Belaka

Megapolitan
Wali Kota Targetkan Vaksinasi Covid-19 di Bekasi Capai 92 Persen pada Akhir Oktober

Wali Kota Targetkan Vaksinasi Covid-19 di Bekasi Capai 92 Persen pada Akhir Oktober

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Usai Tabrak Bengkel di Curug Tangerang

Seorang Remaja Tewas Usai Tabrak Bengkel di Curug Tangerang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Bajing Loncat Sering Beraksi di Jalan Raya Bekasi, padahal Dekat Kompleks TNI AD

Polisi Ungkap Penyebab Bajing Loncat Sering Beraksi di Jalan Raya Bekasi, padahal Dekat Kompleks TNI AD

Megapolitan
Bos Indomaret Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipularang, Pelayat Padati Rumah Duka Heaven Atmajaya

Bos Indomaret Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipularang, Pelayat Padati Rumah Duka Heaven Atmajaya

Megapolitan
Polisi Bongkar Peredaran 1,73 Ton Ganja, Berawal dari Penangkapan di Ciputat

Polisi Bongkar Peredaran 1,73 Ton Ganja, Berawal dari Penangkapan di Ciputat

Megapolitan
Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Komunitas Lintas Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Megapolitan
Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Dua Terdakwa Unlawful Killing Laskar FPI Tak Ajukan Keberatan Dakwaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.