Ratna Sarumpaet Sebut Fahri Hamzah Akan Jadi Saksi Meringankannya

Kompas.com - 19/03/2019, 13:31 WIB
Terdakwa kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet sebelum menjalani sidang keempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Terdakwa kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet sebelum menjalani sidang keempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, menyebut Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah akan menjadi saksi yang meringankan baginya dalam persidangan nanti.

Ratna menyebut nama Fahri saat ditanya kemungkinan adanya politikus yang akan diajukannya sebagai saksi meringankan.

Ratna mengatakan, Fahri akan menjadi saksi karena dianggap mengetahui peristiwa yang menjerat Ratna.

"Kalau yang saya denger sih Fahri Hamzah ya saksi fakta," kata Ratna setelah sidang pembacaan putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).


Baca juga: Atiqah Hasiholan Kecewa Hakim Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Ratna mengatakan, Fahri menawarkan diri untuk menjadi saksi yang meringankan bagi Ratna.

Saat ditanya kemungkinan saksi lain yang berasal dari kalangan politikus, Ratna mengaku tak tahu.

"Saya belum tahu, mestinya nanya ke pengacara saya. Saya lebih tahu yang ahli, yang saksi ahli," ujar Ratna.

Kuasa hukum Ratna, Insank Nasruddin, membenarkan bahwa Fahri menawarkan diri menjadi saksi yang meringankan Ratna.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah Fahri akan hadir di persidangan.

"Kita belum bisa sampaikan saat ini karena pembuktian saksi jaksa saja kan belum," kata Insank kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menolak nota keberatan atau eksepsi yang dilayangkan kuasa hukum Ratna.

Baca juga: Lagi, Ratna Sarumpaet Akan Ajukan Permohonan Tahanan Kota

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (26/3/2019) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).



Terkini Lainnya

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan
Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Perempuan Bercadar dan Tas Hitam Diamankan di Depan Gedung Bawaslu

Megapolitan
Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Pascakerusuhan 22 Mei, Pedagang di KS Tubun Kembali Buka Kiosnya

Megapolitan

Close Ads X