Dalam Proyek Rp 571 Triliun, DKI Akan Kembangkan Transjakarta dan Jak Lingko

Kompas.com - 22/03/2019, 07:14 WIB
Direktur Utama PT Transjakarta yang baru, Agung Wicaksono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/10/2018).  KOMPAS.com/JESSI CARINA Direktur Utama PT Transjakarta yang baru, Agung Wicaksono, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan proposal proyek infrastruktur senilai Rp 571 triliun ke pemerintah pusat, salah satunya adalah untuk jaringan transportasi.

Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, proposal yang dibawa Anies di antaranya untuk pengembangan transjakarta maupun angkot Jak Lingko.

"Kalau saya lihat akan ada dua yang terkait dengan transjakarta, satu transjakarta kedua revitalisasi angkot. Ada dua hal yang jadi bagian dari pengembangan transjakarta," ucap Agung kepada Kompas.com, Kamis (21/3/2019).

Baca juga: Anies Sebut Infrastruktur Rp 571 Triliun Akan Dibangun Lewat Utang

Biaya revitalisasi ini akan digunakan untuk meremajakan angkot yang akan maupun sudah bergabung dengan Jak Lingko.

"Seperti yang sudah dijalankan sekarang dengan program Jak Lingko, di mana kami remajakan atau kami mewajibkan operator meremajakan angkot itu," ujarnya.

Tak hanya itu, biaya tersebut juga akan dipakai untuk pembiayaan teknis bagi angkot maupun untuk pengemudi.

"Kemudian kalau sudah memenuhi syarat angkot usianya secara teknis, memenuhi syarat pengemudi harus punya SIM umum, kami juga akan berkontrak dengan mereka untuk kami bayar layanannya rupiah per kilometer," terang Agung.

Selain untuk pembiayaan angkot Jak Lingko, biaya dalam proposal itu juga akan digunakan untuk membeli armada baru.

"Iya harusnya ada (pembelian armada). Tapi pembelian itu kan tergantung ada transjakarta yang beli bisa jadi operator dan transjakarta membayar layanannya," tutupnya.

Baca juga: Proyek Infrastruktur Rp 571 Triliun untuk Perpanjangan Rute MRT hingga LRT

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan proyek infrastruktur dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Selasa (19/3/2019).

Nilai proposal yang dibawa Anies mencapai Rp 571 triliun.

"Proposal yang dibawa (Pemprov DKI) Jakarta disetujui. Bahwa diperlukan anggaran sebesar Rp 571 triliun," kata Anies.

Dalam proposal, DKI mengajukan pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari jaringan transportasi, pipa air bersih, hingga sistem pengolahan limbah.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X