Dirut MRT Apresiasi Tiga Perilaku Positif Penumpang

Kompas.com - 03/04/2019, 07:23 WIB
Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar di All Season Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar di All Season Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019)


JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (3/4/2019), merupakan hari ketiga operasional moda raya terpadu ( MRT) secara komersial. Jika dihitung sejak masa uji coba, pengoperasian MRT memasuki pekan keempat.

Selama rentang waktu tersebut, para penumpang MRT dinilai semakin menunjukkan perubahan kebiasaan ke arah yang positif.

Berikut ini perubahan kebiasaan ke arah positif pengguna MRT menurut William Sabandar, Dirut PT MRT Jakarta.

1. Menjaga kebersihan


Pertama, ia menyoroti budaya menjaga kebersihan yang mulai terbangun.

"Awal-awal, banyak komplain sampah. Kini, bisa, tuh. Enggak sampai satu bulan," ujar William, kepada Kompas.com, di Stasiun Bundaran HI Selasa (2/4/2019) malam.

Baca juga: Menghitung Kenaikan Harga Apartemen Pasca MRT Beroperasi

Ia mengapresiasi betul warga yang cepat belajar menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Ia berharap, kebiasaan ini terus tertanam di benak warga untuk jangka waktu yang lama.

"Mudah-mudahan ini bisa bertahan, budaya bersih dan tidak bawa sampah di fasilitas publik atau moda transportasi umum lainnya," harap dia.

Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

2. Budaya antre

Pada kesempatan yang sama, William juga bangga dengan budaya antre yang ditunjukkan oleh penumpang. Ia mengaku senang lantaran para penumpang tak cuma tertib antre di loket, melainkan juga di peron.

"Butuh waktu untuk memunculkan budaya ini. Selama hampir satu bulan masyarakat belajar," imbuh William, yang mengaku setiap hari memantau langsung keadaan di stasiun-stasiun MRT.

Baca juga: Saat Direktur MRT Pindah Kantor ke Stasiun...

"MRT sudah mulai dipakai reguler, tapi mereka tetap antre," ujar dia.

3. Peduli difabel

Satu lagi perilaku positif yang disoroti William ialah keramahan para penumpang terhadap kalangan difabel.

Kalangan difabel, menurut dia, begitu terbantu dan bisa bergerak dengan leluasa karena dihargai oleh para penumpang lain.

Pantauan Kompas.com di Stasiun Lebak Bulus pada Senin (1/4/2019) sore, jalur khusus tunanetra dan difabel telah terpasang dengan baik serta langsung diarahkan ke lift.

Baca juga: Anies Minta Penumpang MRT Berlatih Simpan Sampahnya

"Selain penumpang-penumpang, petugas juga sangat membantu kami. Mereka siaga di depan pintu buat antar-jemput kami ke lift," terang Supriadi, warga Pamulang, kepada Kompas.com Senin lalu.

William berharap, tren positif ini bisa bertahan dalam jangka panjang.

"Saya makin optimistis, kita bisa. Tinggal kami akan mengakselerasi pembangunan fisiknya," ujar William.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Kivlan

Megapolitan
Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Kisah Hidup Kopral di Balik Aksi Silatnya yang Jenaka di Perlintasan Rel Proyek Bekasi...

Megapolitan
Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Close Ads X