Pohon Tumbang di Taman Margasatwa Ragunan, Satu Pengunjung Tewas

Kompas.com - 04/04/2019, 12:00 WIB
Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan mengantri didepan Pintu Masuk KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIPengunjung Taman Margasatwa Ragunan mengantri didepan Pintu Masuk
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah pohon tumbang di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Timur, Rabu (3/4/2019). 

Akibatnya empat pengunjung terluka dan satu orang tewas. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 15.00,

"Iya ada yang tertimpa ranting pohon, kemarin jam 15.00-an. Lokasi di dalam Taman Margasatwa Ragunan (TMR) di dekat taman harimau, di dekat masjid," ujar Kepala Satuan Pelaksana Promosi dan Pengembangan Masyarakat Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widasana saat dikonfirmasi, Kamis (4/4/2019).

Ketut mengatakan, pohon tersebut rubuh begitu saja. Menurut dia, saat itu tidak sedang  hujan atau pun angin kencang. Pohon pun dinilai masih dalam kondisi baik.

"Itu di luar perkiraan kita karena cuaca sedang cerah. Dari tampilan fisik pohon masih sehat, subur, dan layak," terangnya.

Baca juga: Pohon Tumbang di Simpang Susun Semanggi Sudah Disingkirkan

Satu orang meninggal bernama Anis Chairunnisa (22) asal Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Korban meninggal saat dilarikan ke rumah sakit umum daerah Pasar Minggu.

Keempat korban lianya juga dilarikan ke rumah sakit. Namun keempat korban tersebut sudah diperbolehkan pulang.

"Empat orang yang lainnya sudah pulang. Biaya ditanggung pengelola," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Priyatno mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyidikan terkait insiden tersebut.

"Langkah lidik akan tetap kita lakukan," ujarnya singkat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Polisi: Jenazah Editor Metro TV Mulai Membusuk Saat Ditemukan

Megapolitan
Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Usut Kasus Kematian Wartawan Metro TV, Polisi Periksa 12 Saksi

Megapolitan
Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Ada Luka Tusuk di Leher dan Paha Yodi Prabowo, Editor Metro TV yang Ditemukan Tewas

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Lurah Grogol Selatan Dinilai Langgar Disiplin PNS karena Terbitkan E-KTP Djoko Tjandra

Megapolitan
Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Fakta Eksploitasi 305 Anak oleh WN Prancis, Bisa Bahasa Indonesia hingga Rehabilitasi Korban...

Megapolitan
Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Fakta Tewasnya Editor Metro TV yang Ditemukan di Pinggir Tol Pesanggrahan

Megapolitan
Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Fakta Mobil Terjun ke Kalimalang, Sopir Diduga Mengantuk yang Berujung Tewasnya Ibu dan Anak

Megapolitan
Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Saat Pandemi, Kelompok Tani Wanita Sunter Agung Panen Sawi 40 Kilogram

Megapolitan
Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Fakta Tiga Pilot Ditangkap Polisi karena Pakai Sabu, Ada yang Kerja untuk Maskapai Pemerintah

Megapolitan
Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Pengelola Pabrik Diimbau Gelar Tes Massal untuk Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Ini Alasan Reklamasi Ancol Belum Kuat Dasar Hukumnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X