Penumpang MRT Dilarang Bersandar di Tepi Peron, Ini Alasannya...

Kompas.com - 09/04/2019, 06:08 WIB
Larangan bersandar di pintu tepi peron terpasang di Stasiun MRT Lebak Bulus.KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEAN Larangan bersandar di pintu tepi peron terpasang di Stasiun MRT Lebak Bulus.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pintu tepi peron di beberapa stasiun MRT (moda raya terpadu) ternyata bukan pembatas peron biasa. Ia punya fungsi vital dalam sistem MRT.

Maka, jika ada penumpang yang bersandar di pintu tepi peron yang bening tersebut, bersiaplah ditegur petugas keamanan stasiun MRT.

Pintu tepi peron lazim disebut sebagai PSD, singkatan dari platform screen door yang membatasi area peron dengan rel kereta. Pintu ini lazim ditemui di berbagai stasiun MRT di Singapura maupun Malaysia.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, fungsi utama PSD yakni menjamin keselamatan penumpang. Risiko penumpang terjatuh ke area rel kereta akan dapat ditekan, selagi mengurangi kemungkinan kereta terlambat akibat adanya insiden.

“Area peron kan sebetulnya bahaya. Dia (penumpang) bisa sewaktu-waktu jatuh atau terjepit kalau tidak pakai PSD,” kata William kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Blok M yang Kembali Menggeliat Berkat MRT...

Dikutip dari laman resmi PT MRT Jakarta, sebanyak enam stasiun MRT di bawah tanah dipasangi PSD setinggi dua meter, sedangkan tujuh stasiun layang dipasangi PSD setinggi 1,3 meter. Seluruhnya berbahan kaca bening tahan getaran.

Penumpang MRT mengantre keluar di gerbang pembayaran Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (1/4/2019).KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN Penumpang MRT mengantre keluar di gerbang pembayaran Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada Senin (1/4/2019).
Kebanyakan di antaranya merupakan pintu geser otomatis (ASD – automatic sliding door) yang dilengkapi dengan sensor yang mencegah penumpang terjepit di antara pintu. Di samping itu, pintu ini juga dilengkapi dengan lampu indikator dan pengeras suara sebagai tanda pintu terbuka maupun tertutup.

Hal yang istimewa, pintu ini telah tersambung dengan sistem persinyalan kereta. Fitur ini bernama communication-based train control.

Pintu dapat mendeteksi kedatangan maupun kepergian kereta, sehingga akan terbuka dan tertutup otomatis bersamaan dengan terbuka dan tertutupnya pintu kereta. Fitur ini pula yang menyebabkan posisi pintu kereta akan tepat berhadapan dengan pintu tepi peron.

Baca juga: Parkir Liar di Kolong Stasiun MRT Haji Nawi Sudah Ditertibkan

“Kita juga khawatir kalau penumpang bersandar bisa jadi menyebabkan gangguan di PSD. Namanya juga mencegah, ya. Karena kalau nanti enggak terbaca, kan repot. Semua sudah terotomatisasi,” imbuh William.

Selain pintu geser otomatis, terdapat pula sejumlah pintu geser manual yang dapat digunakan dalam keadaan darurat. Masih menurut laman resmi MRT Jakarta, ada sejumlah enam pintu geser manual di setiap peron.

Pantauan Kompas.com, kini sejumlah peringatan untuk tidak bersandar di pintu tepi peron telah terpasang di banyak stasiun.

Di Stasiun MRT Dukuh Atas, misalnya, peringatan tersebut muncul melalui monitor LED di area peron, sedangkan di Stasiun MRT Lebak Bulus, peringatan  tersebut ditempel di pintu tepi peron itu sendiri.

Sejumlah penumpang mengabadikan gambar di stasiun MRT Bundaran HI, Senin (25/3/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Sejumlah penumpang mengabadikan gambar di stasiun MRT Bundaran HI, Senin (25/3/2019)



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Nasional
6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

Nasional
Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Regional
PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

Regional
Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Regional
Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Internasional
Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan
Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Nasional
Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Regional
Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Internasional
Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Nasional
Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Regional
Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Megapolitan
Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Regional

Close Ads X