Spanduk Provokatif Terpasang di Depok Saat Masa Tenang

Kompas.com - 15/04/2019, 13:02 WIB
Temuan spanduk provokatif di perlintasan kereta api Beji, Depok, Senin (14/4/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVATemuan spanduk provokatif di perlintasan kereta api Beji, Depok, Senin (14/4/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Memasuki masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menemukan sejumlah spanduk ujaran kebencian yang dinilai mengandung isu provokatif pada Senin (15/4/2019).

Pantauan Kompas.com tampak spanduk-spanduk tersebut digantung di perlintasan rel kereta api Beji. Ada pula yang ditemukan di kawasan Pondok Cina.

Tampak spanduk tersebut bertuliskan "Jangan pilih yang ketuanya suka minuman keras atau haram", ada pula yang bertuliskan "Tenggelamkan! Partai biang korupsi".

Selain itu, Bawaslu juga masih menemukan alat peraga kampanye yang masih terpampang di sejumlah ruas jalan Grand Depok City, Sukmajaya, dan Limo.

Baca juga: Ayo, Sulap Spanduk Sampah Kampenye Jadi Barang Berguna...

“Kalau spanduk yang provokatif sudah kita copot-copotin. APK kami masih terus lakukan pencopotan hingga hari terakhir masa tenang hingga esok,” ucap Humas Bawaslu Depok, Dede Selamat, di Kantor Bawaslu Depok, Beji, Depok, Selasa (14/4/2019).

Dede mengatakan, pihaknya pun tidak segan-segan menindak tegas siapa pun yang kedapatan memasang spanduk provokatif dan berkampanye di masa tenang ini.

Baca juga: Sumarsono Miris Banyak Spanduk Provokatif Dipasang di Masjid

“Inikan masa tenang, jadi sudahlah ciptakan suasan kondusif, Kami tidak segan-segan menindak tegas siapapun yang memasang spanduk provokatif dan masih ada yang berkampenye,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak tepancing akan provokasi yang diberikan lewat spanduk-spanduk tersebut.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Ancam Pidanakan Pemasang Spanduk Provokatif

“Saya berharap masyarakat lebih cerdas dan tidak terpancing dengan spanduk karena itu hanya ujaran yang semata-mata untuk memprovokasi,” ucap Dede.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 8 Terduga Perusak Aeon Mall Jakarta Garden City, Mayoritas Anak

Polisi Tangkap 8 Terduga Perusak Aeon Mall Jakarta Garden City, Mayoritas Anak

Megapolitan
Mall AEON Jakarta Garden City Didemo Massa, Warga Cakung: Dulu Enggak Banjir

Mall AEON Jakarta Garden City Didemo Massa, Warga Cakung: Dulu Enggak Banjir

Megapolitan
Banjir Periuk Kota Tangerang, Gubernur Diminta Turun Tangan, Wali Kota Tuntut Pengembang

Banjir Periuk Kota Tangerang, Gubernur Diminta Turun Tangan, Wali Kota Tuntut Pengembang

Megapolitan
Doa Ibu untuk Sopir Taksi Online Mulia yang Bersedia Bawa Jenazah Bayinya...

Doa Ibu untuk Sopir Taksi Online Mulia yang Bersedia Bawa Jenazah Bayinya...

Megapolitan
Bekasi Butuh Sekitar Rp 4,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Bekasi Butuh Sekitar Rp 4,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Megapolitan
Viral Kisah Suami Istri Bawa Pulang Jenazah Bayinya dengan Taksi Online Setelah Ditolak Berkali-kali

Viral Kisah Suami Istri Bawa Pulang Jenazah Bayinya dengan Taksi Online Setelah Ditolak Berkali-kali

Megapolitan
BMKG: Rabu Pagi, Jakarta Hujan Merata, Kemudian Hujan Deras Dini Hari

BMKG: Rabu Pagi, Jakarta Hujan Merata, Kemudian Hujan Deras Dini Hari

Megapolitan
Ditanya Solusi Banjir, Anies: Waspada Saja

Ditanya Solusi Banjir, Anies: Waspada Saja

Megapolitan
Remaja 14 Tahun Meninggal Terseret Banjir Usai Selamatkan Dua Bocah

Remaja 14 Tahun Meninggal Terseret Banjir Usai Selamatkan Dua Bocah

Megapolitan
Seorang Santri Tewas, Diduga karena Terseret Arus Kali Mampang

Seorang Santri Tewas, Diduga karena Terseret Arus Kali Mampang

Megapolitan
Anies: Pengungsi akibat Banjir Berkisar 15.000 Jiwa

Anies: Pengungsi akibat Banjir Berkisar 15.000 Jiwa

Megapolitan
Kala Nasi Sarden Menjadi Menu Andalan Posko Banjir Cipinang Melayu

Kala Nasi Sarden Menjadi Menu Andalan Posko Banjir Cipinang Melayu

Megapolitan
Sudah Malam, Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Masih 2 Meter

Sudah Malam, Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Masih 2 Meter

Megapolitan
Halaman Rumah Warga di Jagakarsa Longsor karena Hujan

Halaman Rumah Warga di Jagakarsa Longsor karena Hujan

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Jakarta Garden City Belum Selesaikan Kewajiban Waduk hingga Drainase

Pemprov DKI Sebut Jakarta Garden City Belum Selesaikan Kewajiban Waduk hingga Drainase

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X