Polisi: 22 Mei, Ada Pergerakan Massa Pendukung 02 dari Bekasi ke Jakarta

Kompas.com - 20/05/2019, 20:31 WIB
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara kepada awak media di Mapolres Metro Bekasi, Senin (29/4/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara kepada awak media di Mapolres Metro Bekasi, Senin (29/4/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma mengatakan, pihaknya mendeteksi rencana sejumlah elemen pergerakan massa menuju Jakarta pada hari pengumuman hasil Pemilu, 22 Mei 2019.

Candra mengatakan, ada enam elemen masyarakat Kabupaten Bekasi yang akan menuju Jakarta pada hari pengumuman hasi Pemilu 2019.

"Kita terdeteksi ada 6 elemen yang akan ke Jakarta," kata Candra saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Cendekiawan Muslim: Aksi 22 Mei Bukan Jihad


Kendati demikian, Candra tidak bisa merinci elemen apa yang akan menuju Jakarta.

Pihak kepolisian juga tidak akan melakukan pengawalan terhadap rombongan yang menuju Jakarta tersebut.

"(Pendukung pasangan) 01 enggak berangkat, 02 semua kurang lebih ada 400 orang mereka berangkat pakai kendaraan pribadi, tidak ada titik kumpul. Enggak kita kawal karena kita larang itu," ujar Candra.

Dia mengatakan, polisi tidak melarang warga yang hendak menuju Jakarta pada 22 Mei 2019 nanti.

Namun, pihaknya mengimbau agar warga Kabupaten Bekasi tidak menuju Jakarta karena rawan aksi terorisme di Jakarta.

"Amannya sih enggak usah ke Jakarta. Kita pantau dari rumah masing-masing saja hasilnya. Kita imbau jangan ke Jakarta ya, rawan itu. Enggak tahu kalau kelompok terorisnya masih aktif apa enggak," tutur Candra.

Jelang pengumuman hasil pemilu, sebanyak 1.278 personel gabungan TNI/Polri dan satpol PP disiagakan untuk mengamankan wilayah Kabupaten Bekasi saat pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu 2019.

Baca juga: Luhut Nilai Situasi Jelang 22 Mei Tak Perlu Dikhawatirkan

Terdapat sejumlah objek vital yang dipantau dan diamankan pihak kepolisian saat hari pengumuman hasil pemilu nanti.

Ada 60 personel gabungan TNI/Polri bersenjata lengkap yang berjaga di setiap lokasi.

"Ada tiga titik yang dipantau objek vital, pusat perbelanjaan, gerbang tol kita amankan. Iya termasuk (kantor KPU dan Bawaslu Kabupaten Bekasi) juga kita amankan," ujar Candra.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X