Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan untuk Demonstran di Bawaslu

Kompas.com - 22/05/2019, 22:14 WIB
Situasi di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam.Bidik layar Kompas TV Situasi di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi keluar dari gedung Bawaslu RI di Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) pukul 21.45 sambil melepaskan tembakan peringatan ke udara dengan senjata laras panjang terhadap para demonstran. Tembakan peringatan itu terdengar kurang lebih selama lima menit.

"Sudah, ya sudah, cukup! Ini rumah kita bersama, jangan sampai ada lagi jatuh korban," seru komandan polisi dari mobil pengurai massa.

"Sudah adik-adik, orang tua menunggu di rumah, sudah cukup. Sudah cukup, Indonesia tidak seperti itu. Sudaaaaahhh!" seru komandan itu.

Gas air mata dilepaskan polisi ke arah massa yang kocar-kacir di Jalan Wahid Hasyim arah Gondangdia untuk memecah massa yang sesekali mencoba mendekat bahkan menghampiri pagar kawat berduri yang terpasang di depan barikade Brimob.


Para demonstran yang tunggang langgang masih ada yang nekat melancarkan serangan dengan kembang api ke arah aparat yang berjaga.

Baca juga: Polisi Sita Uang 2.760 Dollar AS dari Provokator Kerusuhan di Bawaslu

Sejumlah titik api di sekitar perempatan Sarinah mulai dipadamkan dengan meriam air polisi.

Hingga pukul 21.50, massa dan polisi masih terlibat saling serang. Sejumlah pasukan Brimob terkena letusan kembang api dan dilarikan dengan menggunakan mobil ambulans.

Para pengunjuk rasa yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2019 itu mulai berdemonstrasi sejak kemarin. Unjuk rasa hari ini sesungguhnya sudah bubar selapas magrib tadi tetapi sejumlah orang masih bertahan dan melempar polisi dengan botol bekas, petasan, bahkan bom molotov.

Polisi sebelumnya mengatakan telah menangkap sedikitnya 257 provokator dalam aksi unjuk rasa yang diwarnai kerusukan sejak semalam. Para perusuh dalam aksi unjuk rasa itu diduga merupakan orang bayaran.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tak Sampai Tahun Depan

Megapolitan
Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Polisi Sita Ribuan Ekstasi dari Jaringan Pengedar Internasional

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Close Ads X