Cabuli Siswinya, Oknum Guru Madrasah di Penjaringan Diciduk Polisi

Kompas.com - 26/07/2019, 10:57 WIB
Press Release di Mapolres Metro Jakarta Utara  Kasus pencabulan anak oleh seorang guru Madrasah JIMMY RAMADHAN AZHARIPress Release di Mapolres Metro Jakarta Utara Kasus pencabulan anak oleh seorang guru Madrasah

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi mengamankan seorang oknum guru bernama Djunaidi (53) yang melakukan pencabulan kepada salah seorang siswinya.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkap, korban adalah seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah di Penjaringan, Jakarta Utara.

Kejadian itu terjadi pada Maret 2019 lalu. Namun, aksinya baru terungkap pada 23 Juli 2019.

"Awalnya korban Mawar (bukan nama sebenarnya) tidak mau berangkat sekolah atau takut berangkat ke sekolah, Kemudian ditanya kenapa, korban Mawar akhirnya menceritakan bahwa dia menjadi korban pencabulan oleh gurunya," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Oknum Guru Diduga Cabuli 30 Murid SD Sejak Oktober 2018

Mendapat keterangan tersebut, ibu Mawar kemudian melapor ke Mapolres Metro Jakarta Utara. Polisi lalu melakukan visum terhadap korban di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Dari hasil visum terbukti bahwa korban mendapatkan kekerasan seksual.

"Kami melakukan pengembangan, proses penyidikan ternyata pelaku adalah guru oknum ASN (aparatur sipil negara) inisial Dj bin YT usia 53 tahun pekerjaan ASN, dia merupakan gurru olahraga sekolah tersebut," ucapnya.

Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Djunaidi dan ia langsung ditahan di Mapolres Meteo Jakarta Utara.

Terhadap pelaku Polisi mengenakan Pasal 82 Ayat (2) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Karena pelaku merupakan oknum guru, ancaman hukuman ditambah sepertiganya menjadi 20 tahun penjara.

Baca juga: Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Jelang Pembukaan Gereja, KAJ Siapkan Protokol Kesehatan Umat

Megapolitan
Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Anies Sebut Ada Unsur Hilangnya Hajat Hidup Nelayan pada Reklamasi Sebelumnya

Megapolitan
Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Viral Pengendara Motor Cekcok dengan Sopir Ambulans di Depok, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Ini Alasan Anies Beri Izin Reklamasi Seluas 155 Hektar untuk Ancol?

Megapolitan
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu di Bintaro

Megapolitan
Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Anies Bilang Izin Reklamasi Ancol Tak Langgar Janji Kampanye

Megapolitan
UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

UPDATE 11 Juli: Tambah 359 Kasus, Jumlah Pasien Covid-19 di DKI Capai 13.957

Megapolitan
Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Satu Pedagang Positif Covid-19, Pasar Pramuka Ditutup Selama Tiga Hari

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Anies Sebut Reklamasi Terdahulu Menghasilkan Banjir, sedangkan Reklamasi Ancol Mengendalikan Banjir

Megapolitan
Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Achmad Yurianto: Face Shield yang Dipakai Tanpa Masker Tak Maksimal Cegah Penularan Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Khusus Usut Kematian Editor Metro TV

Megapolitan
Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Terprovokasi Ajakan Tawuran lewat Live Streaming, Dua Remaja Ditangkap

Megapolitan
Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Anies Akui Secara Teknis Penambahan Lahan di Ancol adalah Reklamasi

Megapolitan
Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Buka Suara soal Reklamasi Ancol, Anies: Ini untuk Melindungi Warga dari Banjir

Megapolitan
Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Lurah Grogol Selatan yang Dicopot Diduga Beri Pelayanan Langsung ke Djoko Tjandra Saat Bikin E-KTP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X