Cerobong Asap Tak Penuhi Baku Mutu, PT Mahkota Indonesia Dapat Sanksi

Kompas.com - 08/08/2019, 12:49 WIB
Asap sulfur yang dikeluarkan dari cerobong pabrik PT Mahkota Indonesia, di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019) RYANA ARYADITA UMASUGIAsap sulfur yang dikeluarkan dari cerobong pabrik PT Mahkota Indonesia, di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melakukan inspeksi ke pabrik PT Mahkota Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019).

Dalam inspeksi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas LH Suko Rahardjo memberikan surat sanksi administrasi paksaan kepada PT Mahkota Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia itu dianggap tidak memenuhi standar baku mutu pada cerobong asap.

Asap yang keluar dari cerobong pabrik itu tampak berwarna hitam.


Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Disebut Hanya Pindahkan Sumber Polusi Udara

Terdapat satu lokasi di samping kiri pabrik yang dipenuhi sulfur atau belerang berwarna kuning.

Dengan kondisi cerobongnya yang dianggap tidak memenuhi baku mutu dan menyebabkan polusi maka Dinas DKI Jakarta memberikan sanksi administrasi paksaan.

"Keputusan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta nomor 370 Tahun 2019 tentang penerapan sanksi administrasi paksaan pemerintah kepada PT Mahkota Indonesia. Menerapkan sanksi administrasi untuk memperbaiki emisi sumber tidak bergerak dari kegiatan produksi," ucap Suko saat membacakan surat administrasi paksaan itu.

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan dan uji laboratorium tim penanganan pengaduan dinas LH DKI Jakarta pada 25 Maret 2019, PT Mahkota dianggap telah melakukan pelanggaran hasil laboratorium pada cerobong asam sulfat.

Baca juga: Jakarta Memang Darurat Polusi Udara, tetapi Jangan Lupakan Polusi di Rumah

"Cerobong jenis 2 ini tidak memenuhi baku mutu untuk parameter sulfur dioksida atau SO2," kata dia.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih (baju kuning) saat lakukan inspeksi ke PT Mahkota Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019)RYANA ARYADITA UMASUGI Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih (baju kuning) saat lakukan inspeksi ke PT Mahkota Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019)

Ketika didatangi dan dibacakan keputusan ini, Pengawas Pabrik PT Mahkota Indonesia Stephen Rudiyanto tampak kaget dan syok.

Ia pun tak dapat menanggapi banyak dan hanya menerima surat administrasi paksaan yang diberikan Dinas LH DKI Jakarta.

"Pokoknya akan kami  laksanakan sesuai baku mutu yang berlaku," kata Stephen singkat.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Balap Mobil Formula E 2020 Digelar di Kawasan Monas

Megapolitan
Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Salahi Aturan, Trotoar di Tengah Jalan Raya Kalimalang Segera Dibongkar

Megapolitan
Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Kamera ETLE di Jalan Tol Dilengkapi Fitur Terbaru

Megapolitan
Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Harga Rumah Kian Melambung, Jumlah Migrasi ke Kota Bekasi Disebut Menurun

Megapolitan
Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Pemprov Kirim Bantuan ke Lokasi Kesulitan Air Bersih di Kalideres

Megapolitan
Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Mobil Karya Anak Bangsa dari ITS Ikut Konvoi Formula E di Monas

Megapolitan
Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Laju Pertumbuhan Penduduk Bekasi Menurun dalam 5 Tahun Belakangan

Megapolitan
Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Warga Antusias Swafoto di Sekitar Mobil Listrik di Monas

Megapolitan
PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Megapolitan
Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Megapolitan
Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Megapolitan
Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Megapolitan
Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Megapolitan
TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X