Terduga Anggota Kelompok Anarko Ditangkap di Depan Gedung DPR/MPR RI

Kompas.com - 16/08/2019, 16:36 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019) KOMPAS.com/WALDA MARISONKabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap tujuh orang yang diduga tergabung dalam kelompok Anarko di depan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Pada saat bersamaan, sidang tahunan MPR yang dihadiri Presiden Joko Widodo sedang berlangsung di gedung DPR/MPR RI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan informasi penangkapan tersebut. Ia mengatakan, ketujuh orang yang ditangkap itu mengenakan pakaian berwarna hitam. 

Baca juga: 5 Fakta Kelompok Anarko, Vandalisme hingga Pelakunya Siswa SMP

"Iya benar ada anggota kelompok Anarko yang diamankan anggota di lapangan," kata Argo saat dikonfirmasi.

Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci kronologi penangkapan tersebut. Ia hanya menyebut penangkapan itu merupakan langkah preventif anggota kepolisian.

"(Orang yang ditangkap) memakai kaos umpatan dan makian dalam bahasa Inggris tapi ada gambar polisi," ujar Argo. 

Anarko mengacu kepada kata anarki atau anarkisme, paham atau ideologi yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan, dengan kekuasaannya merupakan lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan penindasan terhadap kehidupan. Karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan atau dihancurkan.

Baca juga: Polisi Amankan 19 Anggota Anarko yang Merusak McDonalds Makassar

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X