Mahasiswa Papua Bubar dari LBH Jakarta, Mereka Demo Lagi Pekan Depan

Kompas.com - 22/08/2019, 21:35 WIB
Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme, berunjuk rasa di Taman Pandang Istana, depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.COM/NUR SITA SARISejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme, berunjuk rasa di Taman Pandang Istana, depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme mulai membubarkan diri dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019) malam.

Pada sekitar pukul 20.30 WIB, mereka mulai meninggalkan kantor LBH Jakarta setelah beristirahat dan makan di sana. Mereka pulang berkelompok.

"Kawan-kawan Jakarta Timur bisa naik ke bus depan," kata seorang mahasiswa menggunakan pengeras suara di kantor LBH Jakarta.

Baca juga: Usai Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Konvoi ke LBH Jakarta

Mereka akan pulang ke asrama atau kontrakan mahasiswa Papua di Tangerang, Bogor, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.

Juru Bicara Front Rakyat Indonesia untuk West Papua Surya Anta mengatakan, massa kemungkinan akan berdemo kembali pada pekan depan.

"Kemungkinan minggu depan (demo lagi), lihat perkembangan," ujar Surya.

Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu sebelumnya berunjuk rasa di Taman Pandang Istana, depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis siang hingga petang.

Mereka meneriakkan referendum saat berunjuk rasa di Taman Pandang Istana.

Menurut massa, referendum adalah cara yang tepat untuk mengakhiri tindakan diskriminasi, rasial, dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM) terhadap rakyat Papua.

"Tujuan kami referendum. Itu cara paling tepat untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Cara paling demokratis adalah memberikan hak menentukan nasib sendiri," ujar seorang orator saat unjuk rasa.

Baca juga: Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Massa juga meminta Presiden Joko Widodo mengadili pelaku tindakan diskriminasi dan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X