Polisi: Terduga Teroris di Tambun Ustaz Kelompok Khilafatul Muslimin

Kompas.com - 13/10/2019, 17:45 WIB
Barang bukti yang diperoleh polisi dari penggeledahan kontrakan terduga teroris di daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019). Dokumentasi Polda Metro JayaBarang bukti yang diperoleh polisi dari penggeledahan kontrakan terduga teroris di daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, terduga teroris berinisial NAS merupakan ustaz dari kelompok Khilafatul Muslimin.

Kelompok Khilafatul Muslimin menentang Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 45.

"(Yang bersangkutan) merupakan ustaz dari Khilafatul Muslimin," ujar Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (13/10/2019).

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) Polri menggeledah kontrakan NAS di daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Minggu pagi.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya buku panduan jihad, delapan dabiq buku ISIS, dan sebuah buku Al Khilafah.

Baca juga: Polisi: Terduga Teroris di Tambun Terkait dengan Kelompok Abu Zee

"Ada juga barang bukti berupa satu kardus berkas data Khilafatul Muslimin, satu buku dilema PKS, dan satu logo bordir Khilafatul Muslimin," kata Argo.

Argo juga menambahkan, NAS terlibat dalam kelompok media sosial pendukung ISIS atau Daulah. Dia juga diketahui berbaiat ke Al Baghdadi (pemimpin ISIS) bersama dengan kelompok Abu Zee.

Jumat lalu, polisi juga menangkap terduga teroris berinisial TH yang berbaiat ke kelompok Abu Zee di sebuah rumah di Jalan  Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam penggerebekan di kediaman TH, polisi menemukan sejumlah barang bukti termasuk dua buah bendera, satu ikat kepala, dua topi, dan satu lembar foto pahlawan pembela Islam. Polisi juga menemukan tujuh buah buku, tiga bundel catatan, delapan kertas catatan ISIS, serta sebilah pisau lipat di dalam tas selempang hitam yang digunakan TH.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

Megapolitan
PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

Megapolitan
Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

Megapolitan
Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

Megapolitan
2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

Megapolitan
Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

Megapolitan
Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X