2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Kompas.com - 11/11/2019, 21:08 WIB
Ilustrasi kerawanan kejahatan skimming di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) THINKSTOCKS/TEGUH JATI PRASIlustrasi kerawanan kejahatan skimming di mesin anjungan tunai mandiri (ATM)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menangkap dua warga negara Rumania bernama Solomes dan Cristea atas dugaan pencurian informasi nasabah dari kartu kredit atau debit di mesin ATM yang biasa dikenal dengan sebutan teknik skimming.

Kedua tersangka ditangkap di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 9 November 2019.

Salah satu tersangka yakni Solomes ditembak mati karena melawan polisi ketika diminta menunjukkan lokasi skimming di Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus skimming itu berawal dari laporan salah satu bank terkait adanya keluhan nasabah yang mengalami kekurangan saldo tabungan dalam rekening.

Baca juga: Buronan Amerika Pelaku Skimming Rp 7 Triliun Kabur dari Imigrasi Bali

"Berawal dari laporan bank yang melaporkan ada 17 nasabah. Mereka mengeluh ke bank bahwa tidak bertransaksi, tapi ditagih (mendapat tagihan pembayaran)," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/11/2019).

Dalam melancarkan aksinya, kedua tersangka memasang alat deep skimmer dan spycam di mesin-mesin ATM yang menjadi target. Kedua alat itu berfungsi untuk menyalin data dan merekam PIN atau kode rahasia nasabah.

Setelah data dan PIN nasabah tersalin, para tersangka akan memindahkan data tersebut ke kartu lainnya. Selanjutnya, mereka akan mengambil uang dari rekening milik korban.

Kepada polisi, tersangka mengaku telah meletakkan dua alat itu di berbagai mesin ATM di wilayah Kalimalang, Otista, Cideng dan Tomang.

"Jadi, ada transaksi yang sudah dia kumpulkan sebesar Rp 137 juta di rekening penampungan," ungkap Argo.

Kedua tersangka baru berada di Indonesia selama 1,5 bulan. Mereka menggunakan visa liburan selama berada di Indonesia. 

Tersangka yang masih hidup kini dijerat dengan Pasal 363 KUHP, Pasal 263 KUHP dan Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan atau Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) dan atau Pasal 36 Jo Pasal 51 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 3 dan 4 Jo Pasal 2 Ayat (1) huruf p dan z Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X